Senin, 22 Sep 2014 - 23.10 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Anak Buah SDA Dicecar Revisi Pengadaan Alquran

Senin, 27 Agu 2012 - 19.11 WIB

kpk109

Jakarta - Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (kemenag), Abdul Karim merampungkan pemeriksaan dihadapan penyidik KPK, Jakarta, Senin (27/8/2012). Usai diperiksa hampir delapan jam, anak buah Suryadhrma Ali (SDA) ini mengaku dicecar tim penyidik KPK seputar revisi pengadaan Alquran.

"Terkait dengan revisinya," aku Abdul Karim usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengurusan anggaran Kementerian Agama RI dengan terdakwa Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetyadi gedung KPK, Jakarta.

Menurut Abdul, revisi tersebut terkait pengadaan Al Quraan harga dimana sebelum direvisi harga per eksemplarnya sebesar Rp 75 ribu. "Sebelum direvisi itu, Al-Qur'an harganya 75 ribu per eksemplar. Kita minta direvisi menjadi 35 ribu. Menyesuaikan dengan anggaran APBN tahun 2011 begitu. Itu aja yang ditanya," jelasnya.

Terkait hal tersebut, Abdul mengaku dicecar sebanyak tiga buah pertanyaan oleh penyidik KPK. "Ya sekitarnya, sekitar itu (revisi pengadaan Alquran). Ya hanya arahnya kesana saja. Nggak, nggak banyak. Hanya itu saja. Sekitar 3 pertanyaan saja itu," imbuhnya.

Sementara itu, Kasubdit kepenghuluan dan pemberdayaan KUA Kemenag, Mashuri yang juga diperiksa sebagai saksi memilih irit bicara terkait pemeriksaannya hari ini. Dia pun enggan menjawab saat ditanya jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik terhadapnya.

"Oh nggak, makasih. Nengok aja. Nengok, nengok," dalih Mashuri.

Masurih pun 'ngeles' saat disinggung soal keterlibatan pihak-pihak lain, selain Dzulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetyadi. Dia berdalih berdalih tak mengetahuinya dan tak mengenal Zulkarnaen.

"Nggak, makasih. Makasih. Cukup ya. Makasih. Saya nggak kenal pak Dzul terus terang ya. Ya itu aja," katanya sembari meninggalkan gedung KPK.

Abdul dan Mashuri menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi dari kasus TPK Alquran penerimaan hadiah terkait pengurusan anggaran Kementerian Agama RI. Kasus ini sendiri menyeret mantan anggota Komisi VIII DPR RI, Zulkarnaen Djabar, danĀ  Direktur Utama PT Karya Sinergi Alam Indonesia, Dendy Prasetya sebagai tersangka di dalamnya.

Zulkarnaen dan Dendy sendiri merupakan pasangan Ayah dan anak. Keduanya diduga sama-sama terlibat dalam kasus korupsi di tubuh Kemenag. Diketahui nilai anggaran dalam proyek pengadaan komputer di Madrasah Tsanawiyah sekira Rp 31 miliar. Dan nilai anggaran untuk pengadaan Alquran sekira Rp 20 miliar.

Sedangkan Zulkarnaen dan Dendy diduga menerima suap sekira Rp 4 miliar terkait pembahasan anggaran proyek pengadaan Alquran di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) di Kemenag, dan proyek pengadaan komputer di Madrasah Tsanawiyah. (ant)

Editor: Raden Trimutia Hatta

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING