Ristya Ingin Gaun Pengantin Batik Go International
Rabu, 22 Peb 2012 - 14.14 WIB
Ristya Stephanie - CentroOne/Fahrul Anwar
Jakarta - Keinginan busana batik digunakan di hari spesial, menjadi tujuan awal yang dipikirkan desainer muda asal Surabaya ini. Adalah Ristya Stephanie, ia mencoba berkreasi mengubah kebiasaan itu dengan menjadikan batik sebagai gaun pengantin nan menawan, dengan desain tradisional maupun internasional.
Bisa dikata, untuk saat ini Ristya berani menyatakan dirinya sebagai salah seorang pelopor desain gaun pengantin batik. Menurut Ristya, busana pengantin batik sendiri di Indonesia belum menjadi sebuah tren.
"Pastinya, batik itu milik orang Indonesia. Disini, aku ingin mencoba mensosialisasikan busana batik ini di masyarakat kita sendiri, sebelum berencana go international nantinya," papar Ristya, Rabu (22/2), di City Walk Sudirman Jakarta.
Pecinta batik itu, lanjut Ristya, sudah universal. Orang Chinesse pun, banyak yang suka, karena mereka merasa hal ini sudah menjadi milik mereka (masyarakat Tionghoa, red).
Bagi Ristya sendiri, mengusung gaun pengantin batik merupakan sebuah konsistensinya dalam menghadirkan karya yang tidak hanya menampilkan sisi keanggunan dan keunikan. Namun, juga sisi kecintaannya terhadap batik yang merupakan salah satu kebanggaan busana bagi orang Indonesia khususnya.
"Ya, karena itulah inspirasi memadukan batik dan gaun internasional akan menjadi sesuatu yang elegan, glamour, dengan tetap memunculkan nilai-nilai kebangsaan," ungkap perempuan kelahiran Surabaya, 15 September 1986, ini.
Oleh: Fahrul Anwar - Editor: Ary Nugraheni