Mencari Gerak Tubuh Dalam Tarian Beat
Jumat, 24 Peb 2012 - 20:00 s/d Sabtu, 25 Peb 2012 - 20:00
Poster Tarian Beat - CentroOne/istimewa
Jakarta - Beat adalah tarian yang mempertunjukkan proses pencarian gerak tubuh dan musik dalam sebuah koreografi kontemporer. Lewat karya ini koreografer Danang Pamungkas mengungkapkan pandangannya akan esensi setiap gerakan dan sentuhan tubuh yang tercipta ketika menari.
Ide koreografi ini didasarkan pada anatomi tubuh penari yang bergerak melalui beragam teknik tari: rolling down, rolling up, slide on the floor, body release, spiral, dan initiation movement.
Dalam Beat, Danang melakukan eksperimen dengan mengikuti dan mengurai musik secara grafis melalui aliran gerak. Sesekali, karya ini juga mencoba “melepaskan diri” dari musik dan hanya mengalir lewat tubuh sang penari.
Pertunjukan tari Beat karya Danang Pamungkas ini akan berlangsung di Teater Salihara Pasar Minggu Jakarta, pada Jumat-Sabtu, 24-25 Februari 2012, pukul 20.00 WIB.
Danang Pamungkas sendiri adalah penari dan koreografer asal Surakarta, Jawa Tengah. Ia belajar tari secara formal sejak menjadi siswa di SMKI Surakarta dan melanjutkan studinya ke STSI Surakarta. Selain mendalami tari tradisi, ia juga belajar tari gaya Mangkunegaran di Keraton Mangkunegaran Surakarta.
Ia pernah terlibat dalam beragam pertunjukan tari, antara lain bersama Sardono W Kusumo dalam Hutan Plastik Jakarta (2003); No Body’s Jakarta di Festival Seni Surabaya (2004); dan bersama Sen Hea Ha dalam Wahyu, di Uijeongbu Music Festival dan Modafe Art Festival Seoul, Korea Selatan, serta di Singapore Art Mart, Singapura (2005).
Ia juga pernah berkolaborasi dengan Pappa Tarahumara Dance Theater, Jepang, dalam Spring in Solo (2002); bersama English National Opera, Inggris; dan bersama Shubert Theater, Amerika Serikat.
Pada 2008—2011, Danang bergabung sebagai penari profesional di Cloud Gate Dance Theater, Taipei, yang dipimpin oleh koreografer Lin Hwai-min. Melalui Beat, Danang meraih Hibah Seni Yayasan Kelola 2011 untuk Karya Inovatif.
Karya-karyanya lainnya diantaranya Gulung (1999); Gliyong (2000); Mirror in Solo (2004), menjuarai Lomba Koreografi Nasional di TIM Jakarta; Di Ujung Pintu (2006); On the Chair (2006); dan Mara’s Compassion (2006).
Oleh: Ary Nugraheni