Ikon Industri Fashion Indonesia Digelar
Kamis, 23 Peb 2012 - 17:00 s/d Minggu, 26 Peb 2012 - 21:00
Jumpa pers IFW 2012, Jumat (10/2), di Jakarta - CentroOne/Fahrul Anwar
Jakarta - Pesatnya kemajuan industri fashion di Indonesia, membuat pelaku fashion semakin getol membuat ajang fashion week. Majunya industri fashion itu terbukti pada nilai pendapatan serta tampak pada antusiasme insan mode dalam menyambut acara-acara fashion yang beberapa tahun belakangan ini semakin marak digelar.
Pastinya, dengan gelaran ajang seperti itu, industri fashion di negeri ini makin dilirik kalangan internasional. Dari isu itulah, maka tanggal 23-26 Februari mendatang bakal digelar perhelatan akbar Indonesian Fashion Week (IFW), di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta.
Perhelatan akbar ini akan menjadi ikon industri fashion Tanah Air, yang mempersiapkan para pelakunya untuk memasuki kancah internasional dengan cara mengemas produk lokal sesuai standar internasional, sehingga bisa diterima oleh pasar global yang juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing.
"Produk Indonesia itu memiliki kekayaan yang sangat unik. Orang yang bangga dengan produk luar tanpa menghargai produk negeri sendiri mendapat kerugian besar, karena tidak mengamati keindahan di depan mata dan malah lebih memilih pergi jauh untuk mendapatkan hal serupa," ungkap Duta IFW 2012, Mesti Aryotedjo, Jumat (10/2), di Grand Indonesia Jakarta.
Untuk tahun ini, IFW memiliki empat pilar utama. Yakni, fashion show, trade show kompetisi, dan seminar fashion yang tentunya menghadirkan pelaku industri fashion dunia. IFW 2012 bukan suatu ajang berbasis entertaiment atau ajang yang diperuntukan bagi sebagian kalangan.
Pastinya, menurut Direktur IFW, Dina Midiani, even ini adalah sebuah ajang untuk membina para pelaku fashion. Tahun 2012 ini, IFW diikuti oleh 124 perancang. Jadi, melalui ajang ini pula, pihakanya mengajak semua elemen untuk memajukan mode bukan hanya dari sisi kreativitas, tapi juga dari sisi bisnis.
Melalui ajang ini, lanjut Dina, sepertinya telah membawa dampak positif khususnya terhadap perekonomian nasional, yang terbukti dengan peningkatan devisa dari industri tersebut serta penyerapan tenaga kerja yang mencapai empat juta orang.
Oleh: Fahrul Anwar - Editor: Ary Nugraheni