Si Pecinta Daging Olahan Beresiko Mati di Usia Muda

Kamis, 26 Mei 2016 | 12.01 WIB

Si Pecinta Daging Olahan Beresiko Mati di Usia Muda

centroOne/Istimewa


Peneliti juga mengatakan, satu dari setiap 17 orang yang mereka jadikan responden telah meninggal dalam penelitian yang berlangsung selama 12,7 tahun. Data yang mereka temukan menunjukkan mereka yang meninggal itu kebanyakan mengkonsumsi daging olahan sebanyak 160 gram setiap harinya.

Resiko kematian kelompok ini lebih tinggi 44% jika dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi daging olahan sebanyak 20 gram tiap harinya. Jumlah reponden mereka yang tewas karena mengalami kanker mencapai 10.000 orang, sementara yang disebabkan gangguan jantung mencapai 5.500 orang.

"Konsumsi daging yang tinggi khususnya daging olahan diasosiasikan dengan gaya hidup yang kurang sehat," kata Prof Sabine Rohrmann seperti dilansir BBC. "Setelah kita perhitungkan dengan kebiasaan merokok, kegemukan dan faktor lainnya kami berpikir ternyata ada resiko bagi mereka yang mengkonsumsi daging olahan," lanjut Rohrmann.

Menurut Rohrmann, berhenti merokok memang lebih penting daripada berhenti makan daging, tapi ia akan merekomendasikan orang untuk mengurangi konsumsi daging. (Rie)
PREV