Tradisi-tradisi Lebaran Unik Umat Muslim di Berbagai Negara

Jumat, 17 Jul 2015 | 03.59 WIB

Tradisi-tradisi Lebaran Unik Umat Muslim di Berbagai Negara

Foto: centroOne/Reuters


Amerika Serikat

Kebanyakan Muslim di Amerika Serikat (AS) melaksanakan shalat Idul Fitri di pusat kebudayaan Islam di kota besar. Muslim dari budaya dan negara yang berbeda datang untuk merayakan Idul Fitri bersama-sama. Di beberapa kota shalat dilakukan beberapa kali untuk mengakomodasi jamaah yang ada. Secara umum mereka mengunjungi setiap rumah Muslim atau komunitas.

Inggris

Meskipun Idul Fitri tidak menjadi hari libur nasional di Inggris, Muslim di sana diwajibkan untuk mengikuti shalat Idul Fitri pada pagi hari. Di wilayah yang mayoritas berpenduduk Muslim, sekolah dan bisnis lokal sering memberikan keringanan bagi Muslim untuk merayakan hari ini dengan memberi mereka libur.

Setelah shalat, biasanya umat Muslim mengunjungi pemakaman lalu pulang ke rumah. Mereka akan memberikan selamat pada keluarga, mengunjungi keluarga terdekat dan tetangga Muslim. mereka juga sering memasak masakan tradisional daerah masing-masing.

Asia Tenggara

Idul Fitri menjadi hari terbesar di Indonesia dan Brunei Darussalam. Sedangkan, di Malaysia dan Singapura Idul Fitri menjadi salah satu hari besar yang dirayakan masyarakat setempat.

Mudik menjadi tradisi di Indonesia. Mudik dilakukan oleh mayoritas masyarakat yang tinggal di Jakarta dan Surabaya. Biasanya pemudik kembali ke daerah mereka di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Hal itu mereka lakukan hanya untuk berkumpul bersama keluarga di hari besar tersebut.

Pemerintah menyediakan jasa transportasi dan mempersiapkan infrastruktur sebelum tradisi mudik ini dilaksanakan. Tradisi mudik ini menyebabkan kemacetan luar biasa di beberapa tempat.

Myanmar

Idul Fitri hanya dilaksanakan satu hari oleh umat Muslim di Burma. Selama Ramadan kota kecil dengan komunitas Muslim mengorganisir acara yang disebut 'Jago' yang artinya 'bangun'. Jago berkeliling menyanyikan lagu popular dari film Hindi yang diubah menjadi lirik berbahasa Burma dan berisi tentang puasa.

Meskipun Idul Fitri bukan hari libur nasional di Burma, kebanyakan pegawai di sana sangat mengerti arti Idul Fitri bagi umat Muslim. Para pemilik perusahaan memberi keringanan bagi masyarakat Muslim untuk merayakan Idul Fitri. Beberapa di antara mereka bahkan mengunjungi pegawai mereka yang Muslim.

(Berbagai Sumber)
PREV