Tradisi-tradisi Lebaran Unik Umat Muslim di Berbagai Negara

Jumat, 17 Jul 2015 | 03.59 WIB

Tradisi-tradisi Lebaran Unik Umat Muslim di Berbagai Negara

Foto: centroOne/Reuters


Turki

Di Turki libur Hari Raya ini disebut dengan Bayram dan Idul Fitri disebut dengan Seker Bayrami dan Ramazan Bayrami. Hari Idul Fitri adalah hari libur nasional, yaitu ketika seluruh kantor pemerintah dan sekolah ditutup selama tiga hari berturut-turut untuk memeriahkan perayaan ini.

Perayaan ini diresapi dengan tradisi tradisional. Biasanya orang-orang bertemu dengan orang lain dan mengucapkan, "Bayraminiz kutlu olsun" atau "Mutlu Baylamar". Di hari itu orang-orang datang ke masjid dengan pakaian terbaik mereka, mengunjungi orang-orang yang mereka cintai seperti saudara, teman, dan tetangga.

Mereka juga melayat ke pemakaman untuk mendoakan saudara yang telah meninggal. Di pemakaman terdapat sebuah bazaar, sementara tempat orang menjual bunga, air, dan buku doa bagi pelayat. Bazaar ini berlangsung selama tiga hari Idul Fitri. Hari pertama adalah hari yang paling penting, karena orang-orang datang ke masjid untuk melaksanakan shalat.

Hari ini juga menjadi kehormatan bagi orangtua, karena yang lebih muda menyalami yang lebih tua dan mencium tangan kanan orangtua. Biasanya anak-anak juga pergi ke sekitar lingkungan rumahnya, dari pintu ke pintu, dan memberikan ucapan selamat Bayram. Dari para tetangga yang dikunjungi mereka memperoleh permen, coklat, dan permen tradisional seperti baklava dan penganan Turki. Mereka juga memperoleh uang meskipun tidak banyak.

Mesir

Idul Fitri dirayakan selama tiga hari di Mesir dan menjadi hari libur nasional. Sama seperti di Turki, seluruh sekolah, universitas, dan kantor pemerintahan libur. Beberapa toko dan restoran pun tutup pada Idul Fitri dan baru buka beberapa hari kemudian.

Hari yang fitri ini dimulai dengan penganan kecil, diikuti dengan shalat Idul Fitri yang diikuti oleh laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang mengingatkan orang-orang Mesir akan kebaikan yang harus mereka lakukan pada orang lain. Setelah shalat Idul Fitri umat Muslim engunjungi tetangga, teman, dan saudara mereka untuk mengucapkan selamat Hari Raya.

Biasanya mereka mengucapkan, "Eid Mubarak". Pada hari pertama Lebaran seluruh warga wajib mengunjungi sanak saudara mereka, sehingga pada hari kedua dan ketiga warga dapat menikmati liburan dengan pergi ke taman, pantai, aau bioskop. Beberapa warga pergi ke Sungai Nil, tapi Sharm El Sheikh juga menjadi titik favorit warga Mesir.

Anak-anak biasanya diberi baju baru pada hari Idul Fitri. Mereka memperoleh Eid-ey-yah dari orang dewasa, yaitu sejumlah uang yang dapat mereka pakai di hari raya tersebut. Para perempuan juga diberi hadiah spesial dari orang yang mereka sayangi. Berkumpul keluarga juga menjadi tradisi di hari yang suci ini. Mereka memasak makanan seperti fata, khaka, yaitu penganan yang diisi kacang dan ditutupi oleh taburan gula.

Qatar

Momen Idul Fitri menjadi hal yang penting bagi masyarakat Qatar, karena di hari ini seluruh keluarga berkumpul dan merayakan Idul Fitri bersama-sama. Persiapan Idul Fitri dilakukan sekitar seminggu hingga sepuluh hari sebelum Ramadan berakhir. Akhir Ramadan adalah hari-hari sibuk bagi perempuan Qatar, karena merekalah yang melakukan hampir seluruh persiapan.

Para penjahit kelebihan pesanan, karena banyaknya perempuan yang menjahitkan pakaian untuk Idul Fitri. Sepuluh hari menjelang Idul Fitri di ibu kota Qatar, Doha, lalu lintas menjadi mimpi buruk bagi orang-orang di sana. Bak banjir melanda, orang-orang datang ke toko baju, penjahit, dan pasar untuk membeli keperluan Idul Fitri mereka. Akhir Ramadan polisi disiagakan di tempat-tempat tertentu untuk mengatur lalu lintas.

Afghanistan

Di negara berbudaya Islam Sunni, Idul Fitri memegang peranan yang sangat penting. Masyarakat Afghanistan mulai mempersiapkan Idul Fitri sepuluh hari sebelumnya dengan membersihkan rumah mereka. Hal ini dikenal dengan Khana Takani. Masyarakat pergi ke bazaar dan membeli baju baru, permen, dan kue yang dihidangkan untuk para tamu.

Pada hari Idul Fitri mereka melaksanakan shalat berjamaah dan pulang ke rumah untuk makan bersama kelarga besar. Mereka saling mengunjungi rumah saudara dan tetangga sambil mengucapkan "Eid Mubarak".

Asia Selatan

Malam sebelum Idul Fitri di Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal disebut Chaand Raat yang artinya malam sebelum bulan. Muslim di negara-negara ini mengunjungi pasar dan toko untuk membeli keperluan Lebaran. Anak-anak gadis akan memakai henna di tangan dan kaki mereka dan memakai gelang berwarna-warni.

Mereka mengucapkan "Eid Mubarak" dan diikuti dengan pemberian hadiah dan baju. Setelah mereka melaksanakan shalat Idul Fitri biasanya masyarakat berkunjung ke pemakaman untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal.

Di India masjid-masjid terkenal penuh oleh Muslim yang ingin melaksanakan shalat Idul Fitri. Di Bangladesh Sholakia menjadi pusat shalat Idul Fitri. Sekitar 300 ribu Muslim melaksanakan shalat Idul Fitri di sana setiap tahunnya. Kebanyakan masyarakat di Asia Selatan merayakan Idul Fitri selama tiga hari.
PREV NEXT