Tradisi-tradisi Lebaran Unik Umat Muslim di Berbagai Negara

Jumat, 17 Jul 2015 | 03.59 WIB

Tradisi-tradisi Lebaran Unik Umat Muslim di Berbagai Negara

Foto: centroOne/Reuters


Nigeria

Meski tergolong negara sekuler, perayaan Idul Fitri di Nigeria juga cukup meriah. Di negara itu, pemeluk Kristen pun ikut berpartisipasi. Idul Fitri dikenal sebagai Sallah kecil atau Lebaran kecil. Setiap orang saling menyapa dan mengucapkan selamat Idul Fitri, "Barka da Sallah".

Kaum Muslim melaksanakan shalat Ied di lapangan yang ditetapkan. Sebelum pulang ke rumah, mereka makan bersama keluarga yang telah disiapkan oleh para ibu. Hari libur ini dilaksanakan selama dua hari di Nigeria. Apabila Idul Fitri jatuh pada akhir pekan atau berlanjut dengan akhir pekan, orang-orang Nigeria akan memanfaatkan hari libur tersebut dengan pulang ke daerah masing-masing untuk mengunjungi sanak saudara.

Arab Saudi

Islam adalah agama resmi di Arab Saudi, karena di sinilah Islam pertama kali diturunkan. Idul Fitri dirayakan dengan meriah di Negara yang memiliki dua kota suci, Makkah dan Madinah. Menjelang Idul Fitri tiba, orang Arab akan menghiasi rumah mereka dan para ibu memasak untuk dihidangkan di Hari Raya ini.

Festival Idul Fitri di Arab Saudi sangatlah beragam, tergantung daerahnya. Di hari nan fitri itu, kedermawanan dan keramahtamahan tampak dengan jelas. Keluarga Arab memiliki tradisi berkumpul bersama keluarga besar seusai shalat Idul Fitri. Sebelum masakan khas Idul Fitri dihidangkan, anak-anak akan berbaris di depan setiap orang dewasa di dalam keluarga yang membagi-bagikan riyal kepada mereka.

Anggota keluarga juga memberikan hadiah kepada anak-anak yang hadir. Hadiah yang berbentuk tas ini biasanya berisi mainan dan permen yang telah dibungkus dengan indah. Bahkan, pemilik toko pun menunjukkan kemurahan hati mereka dengan memberikan hadiah gratis pada pembelinya.

Orang-orang turun ke jalan dan menunjukkan kemurahan hati mereka. Kadang-kadang orang asing memberikan hadiah kepada anak-anak yang tidak mereka kenal. Di Arab juga terdapat tradisi pria Arab pergi membeli beras dan bahan pokok lain dalam jumlah besar, lalu menaruhnya di depan pintu orang-orang dhuafa secara acak.
PREV NEXT