Tangkal Covid-19, SMA-SMK di Jatim Dikerahkan Buat Hand Sanitizer

Senin, 30 Mar 2020 | 07.00 WIB

Tangkal Covid-19, SMA-SMK di Jatim Dikerahkan Buat Hand Sanitizer

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (pemprovjatim)


Centroone.com - Di Jawa Timur per Minggu, (29/03/2020) terdapat 90 pasien positif Covid-19.   Sementara untuk data pasien dalam pemantauan (PDP) yang sedang ditangani, per hari ini jumlahnya 336 orang sedangkan orang dalam pemantauan sebanyak 5.071. Untuk membantu mencegah penyebaran,  

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memaksimalkan peran SMA double track dan SMK untuk memproduksi hand sanitizer (cairan pencuci tangan) secara massal. Selanjutnya hand sanitizer tersebut akan dibagikan kepada masyarakat luas.

“Sejumlah 79 SMA fouble track dan 92 SMK yang punya kompetensi farmasi dan kimia industri di Jawa Timur selain membuat hand sanitizer juga sabun antiseptik yang seluruhnya ditujukan dalam rangka memerangi pandemi Covid-19,” tutur Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Sabtu, (28/03/2020). 

Khofifah mengatakan, pelibatan siswa SMA/SMK Se-Jawa Timur ini karena tingginya permin­taan masyarakat di tengah pandemi wabah virus co­rona alias Covid-19. Sementara di pasaran barang tersebut langka dan kalaupun ada harganya sangat mahal.

“Meski nantinya dibuat massal namun komposisi dan cara pembuatannya tetap sesuai standar industri sehingga mutu dan kualitasnya tetap terjamin,” tukas  Khofifah. 

Terutama, lanjut Khofifah, terkait keamanan alkohol yang notabene merupakan bahan baku utama pembuatan hand sanitizer. Dijelaskan, alkohol yang digunakan merupakan alkohol dengan kategori food grade sehingga aman dan menghindari potensi keracunan.

“Tadinya sendiri-sendiri, nah sekarang coba diorganisir oleh Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan agar kapasitas produksi dan kualitasnya bisa meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah dia. bbs