Api Alam, Dari Madura Untuk Indonesia dan Dunia

Jumat, 07 Feb 2020 | 07.00 WIB

Api Alam, Dari Madura Untuk Indonesia dan Dunia

Bupati Pamekasan Badrut Tamam S.Psi bersama Direktur Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run dan Distric Governor Rotary District 3420 Indonesia, secara simbolis mengambil Api Tak Kunjung Padam (Api Alam), (Centroone)



Centroone.com - Bupati Pamekasan Badrut Tamam S.Psi bersama Direktur Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run dan Distric Governor Rotary District 3420 Indonesia, secara simbolis mengambil Api Tak Kunjung Padam (Api Alam), Kamis (6/2/2020).

Api Alam  yang terletak di Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan itu digunakan untuk mengawali kegiatan lari estafet ke seluruh dunia. Obor api itu lalu diserahkan ke para pelari untuk dibawa ke Pendopo Pamekasan dan bersama-sama membawanya ke Surabaya.

Obor Peace Run ini bertujuan untuk mempromosikan saling pengertian dan hubungan harmonis antar bangsa, kepercayaan dan budaya. Rangkaian acara Rotary Peace Run 2020 – Madura bersinar untuk Indonesia dan Dunia, berlangsung selama tiga hari, sejak 6 - 8 Februari 2020. Madura menjadi pilihan tempat untuk mengadakan event bersejarah ini karena budaya dari Masyakarat Madura yang unik dan daerahnya yang tidak jauh dari Surabaya.

Menurut District Governor Rotary D3420 Indonesia Febri Dipokusumo yang juga mantan Putri Citra Indonesia 1992, Rotary Peace Run 2020 ini terwujud berkat kerjasama atau kolaborasi antara Rotary D3420 Indonesia dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Madura dengan Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run. Setelah acara di Indonesia ini, Rotary Peace Run 2020 akan menuju Nepal.

"Ini sebagai wujud salah satu kepedulian Rotary D3420 untuk menciptakan perdamaian dunia, pengertian antar sesama umat manusia dengan berbagai latar belakang, peningkatan perekonomian daerah dan pengenalan Pamekasan dan Bangkalan ke tingkat dunia," ujar Febri Dipokusumo.

Yang jelas, rangkaian acara Madura bersinar untuk Indonesia dan Dunia akan menjadi sejarah bagi Rotary D3420 regional 5-6-7 untuk terus melakukan pengabdian masyarakat atau #serveaboveself.

Sementara Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengaku sangat bangga dengan acara tersebut. Apalagi yang dipilih adalah Kabupaten Pamekasan, dimana pada acara ini juga hadir utusan 10 negara yang menjadi wakil Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run.

"Ini merupakan kebanggaan Kabupaten Pamekasan untuk dikenal dunia. Hal ini juga seiring dengan program 100 hari Pamekasan untuk menjadi kabupaten yang berdaya saing dengan kabupaten maju di Indonesia," papar Badrut Tamam.

Direktur Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run Salil Wilson saat itu memperkenalkan 10 utusan negara di dunia kepada seluruh undangan. Dia menceritakan, saat ditawari untuk menggelar acara di Madura oleh Febri Dipokusumo, dirinya sama sekali tak tahu dimana letak Pulau Madura di Indonesia. Dirinya harus membuka peta untuk mencari Pulau Madura.

"Ternyata masyarakat Pulau Madura sangat ramah. Saya senang ada di sini karena keramahan masyarakatnya. Api alam ini akan kami bawa keliling dunia, ini tentu kebanggaan bagi Kabupaten Pamekasan dan Indonesia," terang Salil Wilson.

Sebelum pengambilan Api Alam, pihak Rotary D3420 dan Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run berkesempatan memberikan award kepada Bupati Pamekasan Badrut Tamam. Sementara, sebelum acara dimulai, Badrut Tamam juga memberikan batik tulis khas Pamekasan kepada para tamunya.

Masyarakat Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan sangat senang dengan acara berkelas dunia yang digelar di daerahnya. Mereka pun tak membuang kesempatan untuk berfoto bersama warga negara asing yang menjadi utusan pada acara itu. (win/by)