UNDP, Denmark dan Bappenas Luncurkan Inisiatif Pendukung Ekonomi Sirkular

Kamis, 27 Feb 2020 | 20.00 WIB

UNDP, Denmark dan Bappenas Luncurkan Inisiatif Pendukung Ekonomi Sirkular

Kepala Perwakilan UNDP Christophe Bahuet menandatangani perjanjian kerjasama dengan Dubes Denmark Rasmus A. Kristensen, disaksikan oleh Menteri Bappenas Suharso Manoarfa dan Menteri Linkungan Hidup Denmark, Lea Wermelin. (UNDP)



Centroone.com - Pengembangan strategi nasional pertama Indonesia tentang ekonomi sirkular mendapat sambutan positif dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), dan Pemerintah Denmark.

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dalam kemitraan dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dengan dukungan dari Pemerintah Denmark   proyek inisiatif dengan dana hibah sebesar USD 540-ribu untuk mendukung perintisan ekonomi sirkular. 

Model ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang dapat lebih meningkatkan pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja baru dan mengatasi perubahan iklim pada saat yang bersamaan. Strategi ekonomi sirkular telah berhasil dilakukan oleh beberapa negara, termasuk Denmark.  Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi strategi nasional tentang ekonomi sirkular.

“Model ekonomi sirkular adalah kunci untuk mencapai nol polusi dan lingkungan yang bebas limbah beracun ketika Indonesia memulai ekonomi berbasis industri dan jasa dalam dekade berikutnya. Pemerintah Indonesia dengan senang hati menyambut inisiatif yang sangat dibutuhkan ini yang akan memudahkan transisi dari ekonomi berbasis sumber daya alam,” kata Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Senin, (24/02/2020). 

Resident Representative UNDP di Indonesia, Christophe Bahuet menekankan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan transisi ke ekonomi sirkular untuk Indonesia, dan potensi untuk aksi bersama antara sektor publik dan swasta yang memerlukan perubahan kebijakan, penciptaan peluang bisnis baru dan penciptaan jenis pekerjaan baru untuk angkatan kerja Indonesia.

“Kami akan mengadopsi pendekatan yang sangat komprehensif yang melampaui daur ulang limbah dan mencakup semua dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan lingkaran ekonomi sehingga Indonesia dapat memperoleh manfaat maksimal dari model yang baru ini,”kata Bahuet.

Pengadopsian ekonomi sirkular juga akan mempercepat kemajuan Indonesia menuju beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang menjadi komitmen kuat Pemerintah, - khususnya SDG12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan.

“Transisi ke ekonomi sirkular adalah langkah penting menuju pembangunan berkelanjutan. Penting tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi semua negara di dunia, dan kita harus mengambil langkah lebih cepat untuk mengurangi konsumsi sumber daya alam dan berpikir lebih cerdas dengan sumber daya yang telah digunakan,”kata Menteri Lingkungan Denmark, Lea Wermelin.  by