Dorong Alokasi Cukai Rokok Untuk Percepat Penanganan Stunting

Kamis, 27 Feb 2020 | 16.00 WIB

Dorong Alokasi Cukai Rokok Untuk Percepat Penanganan Stunting

Grace Wangge, peneliti senior SEAMEO RECFON (istimewa)


Centroone.com - Anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa  wajib dilindungi dari dampak buruk  rokok. Hal itu bisa  dilakukan bersamaan dengan mendukung usaha pemerintah meningkatkan kualitas SDM. 

SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) RECFON (Regional Centre for Food and Nutrition) dalam usulan kebijakan (policy brief) mereka yang bertajuk “Percepatan Penanganan Stunting dengan Pemanfaatan Pajak dan Cukai Rokok dan Pembangunan SDM Unggul melalui Pengendalian Tembakau dan penerapan KTR di Lingkungan Sekolah," memberikan sejumlah rekomendasi terkait pemanfaatan dana bagi hasil  (DBH) cukai hasil tembakau (CHT). Salah satunya, untuk percepatan penanganan stunting. 

“Pemerintah telah menetapkan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 yang mengatur alokasi pajak rokok agar sedikitnya 50% digunakan untuk mendanai pelayanan kesehatan. Dari peraturan ini, pajak rokok sebenarnya dapat dialokasikan untuk perbaikan gizi masyarakat. Namun, diskusi dengan para stakeholders tidak menunjukkan adanya pemanfaatan cukai rokok untuk perbaikan gizi masyarakat, khususnya terkait program stunting. " ujar Grace Wangge, peneliti senior SEAMEO RECFON baru-baru ini. 

SEAMEO RECFON merekomendasikan agar alokasi cukai rokok untuk percepatan penangangan stunting perlu dituangkan dalam rencana anggaran e-budgeting pemerintah daerah dan menjadi perhatian para pemangku kebijakan. Selain itu, monitoring dan evaluasi pemanfaatan cukai rokok dan dana bagi hasil cukai untuk program kesehatan perlu dilakukan secara rutin untuk mengetahui efisiensi penggunaan DBH CHT. 

Sebagai bagian dari kajian perumusan policy brief, tim peneliti SEAMEO-RECFON telah melakukan wawancara dan focus group discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) yang terlibat dalam pengelolaan pajak rokok dan dana bagi hasil cukai rokok di Kota Bogor dan DKI Jakarta. 

“Dana bagi hasil cukai rokok tersebut dinilai bermanfaat bagi sektor kesehatan di Bogor, namun kami menemukan pemanfaatannya lebih pada pembangunan infrastruktur kesehatan, bukan spesifik untuk program promotif preventif, “ jelas Grace lagi.  by