Ancaman Virus Corona : China Mulai Stabil, Penyebaran Global Meningkat

Kamis, 27 Feb 2020 | 12.00 WIB

Ancaman Virus Corona : China Mulai Stabil, Penyebaran Global Meningkat

ilustrasi (pixabay)


Centroone.com - Angka kematian akibat virus corona mencapai angka 2800 orang secara global. Angka itu tercatat pada Kamis, (27/02/2020). 

Dari jumlah tersebut - 2,744 kematian berasal dari China. Sementara sisanya 56 kematian tersebar di seluruh dunia, yakni Iran (19), Korea Selatan (13),  Italia (12), Jepang (3), Hongkong-Paris (2), Taiwan-Filipina (1), dan 4 orang meninggal di kapal Diamond Cruise - yang berlabuh di Jepang.  

Di China sendiri tercatat 78,497 kasus, dengan 32,496 diantaranya sembuh. Pada Selasa sendiri -  tercatat 71 kematian akibat virus corona atau COVID-19 pada hari sebelumnya, angka terendah dalam periode 24 jam sejak awal bulan ini ketika jumlah kematian perhari terus meningkat. Di China sendiri terjadi tren penurunan penyebaran dan kasus, namun ketika di daratan China, penyebaran di seluruh dunia meningkat. 

WHO melaporkan bahwa ada 80.239 kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia.  Pada Selasa, Korea Selatan melaporkan tambahan 214 kasus yang meningkatkan totalnya menjadi 977 dan pada Kamis menjadi 1,595, menjadi Korea Selatan sebagai negara terdampak terparah kedua setelah China. 

Di Korea Selatan sendiri, 56 persen kasus dikaitkan dengan Gereja Shincheonji , sebuah gereja rahasia dan kontroversial di mana seorang wanita berusia 61 tahundisebut "super spreader" menghadiri layanan sebelum menunjukkan gejala. Kelompok kedua sekitar 13 persen terhubung ke rumah sakit Cheongdo di dekatnya.

Sementara negara ketiga dengan jumlah kasus terbanyak adalah Italia, dengan 453 kasus pada Kamis. Menurut Kementerian Kesehatan Italia, wilayah terdampak terparah adalah Lombardy dan Veneto.   

WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan mengatakan telah mengirim tim ke Italia dengan para pakar kesehatan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa untuk mendukung pejabat lokal di tengah-tengah kelompok yang berkembang di Italia utara.

Organisasi itu mengatakan pihaknya memperkirakan penularan virus itu dari orang ke orang di luar China tetapi tingkat penyebarannya di negara Eropa selatan selama dua hari terakhir "menjadi perhatian." "WHO mendukung pemerintah Italia dalam upaya dan komitmennya untuk mengurangi wabah ini dan mengelola kasus secara efektif," kata Dr. Hans Kluge, direktur regional WHO untuk Eropa.  

Jepang - sebagai negara keempat dengan kasus terparah mengatakan kepada orang-orang yang menunjukkan gejala virus atau flu untuk tetap di rumah dari pekerjaan dan sekolah.   Di Timur Tengah, empat negara baru termasuk Afghanistan, Bahrain, Irak, Oman , Kuwait, dan Uni Emirat Arab telah melaporkan kasus minggu ini.   bbs