Wisatawan Dambakan 1 Aplikasi Untuk Semua Kebutuhan Liburan

Rabu, 08 Jan 2020 | 12.00 WIB

Wisatawan Dambakan 1 Aplikasi Untuk Semua Kebutuhan Liburan

ilustrasi (Agoda)



Centroone.com - Teknologi memberikan dampak positif terkait cara dan tujuan orang bepergian. Menurut riset terbaru Agoda, 1 dekade kedepan para wisatawan berharap ada sebuah aplikasi mobile tunggal  untuk semua kebutuhan perjalanan, perjalanan bebas paspor, dan check-in. 

56% wisatawan Indonesia menginginkan adanya satu aplikasi untuk memesan semua kebutuhan perjalanan dalam satu dekade mendatang, sementara 47% mengantisipasi check-in hotel dengan menggunakan ponsel mereka. 

“Ini merupakan zaman keemasan teknologi bagi para wisatawan, karena teknologi dikembangkan untuk menyederhanakan cara bagi siapa pun, di mana pun untuk mencari, memesan, dan membayar tiket penerbangan, hotel, atau akomodasi liburan. " ujar  Timothy Hughes, Vice President of Corporate Development di Agoda. 

Dengan kemajuan teknologi yang terus terjadi, aplikasi perjalanan yang revolusioner, dan konektivitas yang lebih baik, orang-orang berharap lebih banyak dari pengalaman perjalanan mereka dalam dekade berikutnya.

Secara khusus, di Taiwan (50%) dan di Asia Tenggara, separuh dari seluruh responden di Indonesia (56%), Singapura (54%), Malaysia (53%), Filipina (48%) dan Thailand (48%) mempertimbangkan hal-hal tersebut sebagai standar baru dalam dekade mendatang. Hal ini berbeda dengan hanya sepertiga orang di Inggris dan Amerika Serikat (33%).

Satu dari dua orang Asia Tenggara juga melihat check-in melalui aplikasi mobile, yang memungkinkan para tamu untuk melewati antrean registrasi, mengunduh kunci akses kamar dan langsung menuju kamar mereka, sebagai suatu standar di tahun 2020-an, di mana orang Singapura (54%), orang Filipina (53%), Malaysia (58%) dan Thailand (49%) yang paling mengharapkan tren ini.

Sementara itu, Singapura (50%), Vietnam (47%), Filipina (45%), China (44%), dan Australia (41%) adalah lima negara yang paling mengharapkan perjalanan bebas paspor di masa depan. Di Inggris dan AS, orang-orang kurang mengharapkan kemajuan ini dengan hanya satu dari lima responden yang memperkirakan tren ini akan menjadi standar dalam dekade berikutnya.

" Tahun 2000-an dipengaruhi oleh mouse dan komputer, yang memudahkan pemesanan perjalanan online hanya dengan satu kali klik. Tahun 2010-an dipengaruhi oleh smartphone dan aplikasi, yang menempatkan agen perjalanan dalam genggaman setiap pemilik ponsel, dan tahun 2020-an akan ditentukan oleh kekuatan data dan Pembelajaran Mesin (Machine Learning/AI). Hal ini akan memungkinkan perusahaan seperti Agoda untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal dan relevan untuk membuat pemesanan perjalanan menjadi lebih mudah,” tambah Timothy.  by