Pentingnya Kualitas SDM di Era Industri 4.0

Kamis, 23 Jan 2020 | 13.00 WIB

Pentingnya Kualitas SDM di Era Industri 4.0

seminar Swiss German University (SGU) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) - (SGU)


Centroone.com - Swiss German University (SGU) dan Badan Siber  dan Sandi Negara (BSSN) - yang tergabung dalam Indonesian Honeynet Project beberapa waktu lalu menggelar seminar dan workshop sumber daya manusia di era tekhnologi. 

Lewat acara ini diharapkan sumber daya manusia menyadari bahwa ancaman keamanan dunia maya penting bagi semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat, dalam rangka menciptakan komunitas cyber yang aman secara nasional. 

“Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 223 peserta ini di harapkan dapat diterapkan dengan mudah dan membantu proses perkembangan teknologi di era industri 4.0 pada organisasi masing-masing, yang dalam jangka waktu panjang dan bersamaan akan membantu meningkatkan infrastruktur disetiap industri khususnya dalam negeri.”,   Dr. Charles Lim, M.Sc sebagai Deputy Head of Master of Information Technology Study Program dari SGU 

Industri 4.0 melibatkan berbagai aspek teknologi digital ke dalam ruang lingkup yang lebih luas. Namun tak dipungkiri, revolusi teknologi tersebut tak luput dari permasalahan. Sistem kontrol cerdas (smart control system) yang dapat mengakibatkan sistem tidak berfungsi dan mengganggu operasi di berbagai fasilitas publik. 

Menghadapi ancaman serangan siber yang semakin kompleks dan canggih, sebuah organisasi perlu mempersiapkan strategi keamanan yang tepat dalam menjalankan proses transformasi tersebut.  PPT (People Process dan Technology) merupakan pilar terpenting untuk menciptakan sebuah strategi keamanan yang tepat. Manusialah yang memiliki peran untuk mengendalikan beragam teknologi yang digunakan. Namun, seringkali manusia tidak sadar berbagai kesalahan dapat terjadi dalam menggunakan perangkat komputer. 

Dengan kondisi tersebut , peran pendidikan begitu penting untuk mengedukasi sumber daya manusia yang terampil dan ahli berperan sebagai arsitek transformasi digital. Sehingga, transformasi digital yang dilakukan bisa betul-betul memberikan nilai tambah bagi institusi secara signifikan, bukan hanya menjadi follower, termasuk di bidang keamanan siber.

Dalam mewujudkan visi tersebut, Swiss German University (SGU) sebagai universitas internasional pertama di Indonesia, telah memperkenalkan konsentrasi Cyber Security pada program Master of Information Technology (MIT) sejak 2009 yang kini telah resmi bekerja sama dengan Badan Siber  dan Sandi Negara (BSSN).

BSSN dan MIT dari SGU tergabung dalam program yang dinamakan Indonesian Honeynet Project. Di mana project tersebut memiliki misi untuk menanggulangi permasalahan serangan siber melalui program edukasi.  by