Tak Hanya Andalkan Rasa, Bisnis F&B Didorong Berteknologi Maju

Kamis, 12 Mar 2020 | 19.00 WIB

Tak Hanya Andalkan Rasa, Bisnis F&B Didorong Berteknologi Maju

Puncoro Goeyardi, Chief Operating Officer, PT Meeber Teknologi Indonesia; Gerry Kurniawan, Chief Product Owner, PT Meeber Teknologi Indonesia; Octavianus Kuntjoro, Chief Marketing Officer, PT Meeber Teknologi Indonesia; Rudy Hartawan, Chief Executive Officer, PT Meeber Teknologi Indonesia (Meeber)


Centroone.com - PT Meeber Teknologi Indonesia (Meeber) melengkapi teknologi solusi dalam bisnis food and beverage (F&B) mereka. Setelah sebelumnya ada Meeberlite dan Meeberian, Meeber memperkenalkan MeeberPro. 

MeeberPro merupakan inovasi pengembangan dari aplikasi MeeberPOS, layanan Point of Sales (POS) bagi para pelaku bisnis F&B, yang diluncurkan lebih dulu pada 2016, dan MeeberLite-Meeberian yang diluncurkan pada 31 Juli 2018.  Dengan tren yang meningkat pesat terutama terhadap target pasar milenial, bisnis online  menawarkan relasi dan interaksi dengan pelanggan yang unik dan menarik. 

“Meeber menghadirkan solusi yang menawarkan pengalaman dan kemudahan bertransaksi, baik bagi pengusaha bisnis F&B maupun kepada pengunjung melalui konsep Offline By Online (OBO), Offline To Online (O2O) dan Marketing 4.0 pada bisnis F&B. Sehingga bisnis F&B di Indonesia bukan hanya unggul dalam segi produk dan rasa, namun juga sistem digitalisasi manajemen,” kata Chief Executive Officer PT Meeber Teknologi Indonesia, Rudy Hartawan.

Dengan MeeberPro yang menghadirkan konsep baru ini, pengusaha bisnis F&B diyakini bisa menikmati lebih banyak keuntungan berupa efisiensi, customer engagement layaknya bisnis online, dan program customer loyalty dengan support system yang canggih, aman, dan terkontrol.

“Di era Industry 4.0, model pemasaran tidak hanya sekadar mempengaruhi pelanggan melalui iklan dan direct selling, tapi tentang bagaimana menumbuhkan loyalitas yang berfokus untuk menciptakan repeat order. " tukas Octavianus (Oki) Kuntjoro, Chief Marketing Officer PT Meeber Teknologi Indonesia.  by 


...
0



There are 0 comments in this current article