Air Mineral Lebih Sehat Dikonsumsi Setiap Hari

Senin, 30 Sep 2019 | 23.00 WIB

Air Mineral Lebih Sehat Dikonsumsi Setiap Hari

dr Tria Rosemiarti, dr Nurul dan dr Diana. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Jangan meremehkan air. Sebab air merupakan bagian dari  zat gizi makro yang berperan penting dalam fungsi fisiologis tubuh. Kurang lebih 50-60 persen tubuh manusia tersusun dari air dan berbagai organ seperti ginjal, otak, dan otot mengandung 70-80 persen air.

Mengingat peran vital air bagi tubuh, maka hidrasi atau pemenuhan kebutuhan cairan tubuh menjadi hal penting yang harus diperhatikan, sebab dapat berpengaruh terhadap kesehatan, kebugaran, serta kinerja seseorang. Namun, masih kurangnya informasi mengenai berbagai jenis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan manfaatnya, memunculkan banyak kekeliruan yang berkembang di masyarakat.

Dalam seminar Hydration Talk yang digelar Indonesian Hydration Working Group (IHWG) dan Aqua di JW Marriott Hotel Jl Embong Malang Surabaya, Senin (30/9/2019), disarankan minumlah sebelum haus. Sebab, haus itu merupakan tanda jika kita sudah mengalami dehidrasi ringan. Dan jika jika mengalami dehidrasi, salah satu dampaknya kita sulit untuk fokus.

Seminar yang menghadirkan Ketua Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Nurul Ratna Mutu Manikam M.Gizi Sp.GK, Ketua IHWG Dr dr Diana Sunardi M.Gizi Sp.GK dan Hydration Science Director PT Tirta Investama (Danone-AQUA) dr Tria Rosemiarti, mengajarkan jika minum air yang cukup sangatlah penting untuk keseimbangan pengaturan proses biokimia, pengatur suhu, pelarut, pembentuk sel, pelumas sendi dan bantalan organ tubuh, media transportasi zat energi dan sisa metabolisme. “Air membantu tubuh menggunakan nutrisi secara lebih efektif,” tegas dr Nurul.

Lebih lanjut dr Nurul mengatakan, dalam rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan di Tumpeng Gizi Seimbang, terlihat bahwa selain memenuhi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, kita juga harus memenuhi kebutuhan air dengan rekomendasi delapan gelas sehari . “Hal ini untuk mencegah dehidrasi atau ketidakseimbangan kebutuhan cairan tubuh yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan baik itu jangka pendek maupun jangka panjang,” beber dia.

Gangguan kesehatan jangka pendek itu seperti penurunan konsentrasi, kelelahan dan sembelit. Sedang jangka panjang seperti gangguan ginjal (batu ginjal, penyakit ginjal kronis), infeksi saluran kemih ataupun risiko kegemukan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh, Air Minum Dalam Kemasaan (AMDK) menjadi salah satu pilihan masyarakat. Dengan banyaknya jenis AMDK yang dijual di pasaran saat ini, tidak banyak masyarakat yang memahami perbedaan dan manfaat pada setiap jenisnya.

Ketua IHWG Dr dr Diana Sunardi mengatakan, AMDK merupakan produk yang diatur secara ekstensif karena mempunyai peran yang sangat penting dalam kesehatan masyarakat. Dari berbagai jenis air minum yang dipasarkan di Indonesia, hanya 4 jenis air minum dalam kemasan yang dikenal, yakni air mineral, air demineral, air oksigen dan air alkali (pH tinggi).

“Keempat jenis air minum tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Air Mineral merupakan AMDK paling mudah ditemukan di pasaran. Air mineral mengandung mineral-mineral dalam jumlah tertentu tanpa menambahkan mineral, sesuai dengan yang diatur dalam SNI yang berlaku. Dalam air mineral terdapat kandungan natrium, kalsium, zinc, florida, magnesium, kalium, dan silica yang dibutuhkan oleh tubuh,” jelas Dr dr Diana.

Lebih lanjut juga dijelaskan tentang beberapa manfaat mineral yaitu Natrium menjaga keseimbangan cairan & elektrolit, Magnesium untuk menjaga sistem kardiovaskuler, Kalsium menjaga kesehatan tulang, Kalium untuk sistem saraf dan otot, Zinc untuk pembentukan sel dan enzim, Florida mencegah karies gigi serta Silica membantu memperkokoh jaringan.

Dia juga menyampaikan, untuk jenis air demineral, air dengan pH tinggi, maupun air dengan tambahan kandungan oksigen, masih memerlukan dukungan kajian ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui bahwa jenis-jenis air tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan lain.

“Saat ini belum ada bukti klinis/ilmiah atau publikasi klinis/ilmiah jenis tipe air tertentu untuk manfaat kesehatan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) , mengonsumsi air yang tidak mengandung mineral dapat meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, serangan jantung, dan hipotiroid. Penting diingat bahwa dalam memilih air minum untuk memenuhi hidrasi sehat, mengonsumsi air mineral biasa saja sangat bermanfaat untuk mendukung upaya menjaga kesehatan tubuh,” ungkap Dr dr Diana.

Disarankan, memilih air minum kemasan yang layak dikonsumsi adalah memiliki kemasan atau botol yang bersih, label dan tanggal kedaluwarsa yang jelas, serta kode produksi yang sama pada bagian tutup dan botolnya. Setelah itu, pastikan air dalam kemasan berkualitas baik, dengan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sebelum diminum. Dan pastinya tidak mengandung bahan berbahaya.

Hydration Science Director PT Tirta Investama (Danone-AQUA) dr Tria Rosemiarti menjelaskan, Danone-AQUA terus berkomitmen dengan berbagai pihak seperti IHWG dan Universitas Indonesia, serta beberapa universitas lain di Indonesia untuk terus memberikan edukasi dalam membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan minum air yang sehat di Indonesia.

“Sebagai merek kelahiran Indonesia, selama lebih dari 46 tahun Danone-AQUA selalu berusaha memberikan kebaikan air kepada masyarakat dengan menyediakan hidrasi sehat sekaligus memelihara keberlangsungan alam. Danone-AQUA memiliki misi untuk memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang. Misi ini sejalan dengan visi Danone, ‘One Planet One Health’, di mana kami percaya bahwa kesehatan masyarakat ditentukan oleh gaya hidup dan lingkungan yang juga sehat,“ kata dr Tria Rosemiarti. (windhi/by)