Inovasi Jadi Kunci Peningkatan Bisnis Mobile

Jumat, 20 Sep 2019 | 20.00 WIB

Inovasi Jadi Kunci Peningkatan Bisnis Mobile

ilustrasi (huawei)


Centroone.com - Beberapa tahun terakhir - Huawei melesat dari peringkat keempat menjadi peringkat kedua pasar smartphone di dunia. Huawei berhasil mengalahkan Apple untuk menjadi penjual smartphone global terbesar kedua sejak kwartal kedua tahun 2018. 

Menurut data dari IDC untuk kwartal I tahun 2019, Huawei telah mencatat pengapalan global sebanyak 59.1 juta unit dan menguasai 19% pangsa pasar. Hal itu diraih di tengah pasar smartphone yang menurun dengan berkurangnya pengapalan global di tahun 2019.

“Produk terbaru Huawei membawa terobosan dan tren baru untuk generasi HP berikutnya. Tidak cuma perubahan  kecil pada performa,” kata Lo Khing Seng Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group, Indonesia. 

Huawei meraih pengakuan konsumen dan berbagai pihak berkat dua seri smartphone premiumnya, yaitu seri Mate dan P. Keduanya, mendapatkan pujian atas teknologi fotografinya dari kerjasama dan riset berkelanjutan dengan produsen lensa kamera Leica. Kesuksesan itu pun diperoleh dari kontribusi dari produk seri nova.

“Melalui strategi pada inovasi dan peningkatan performa yang signifian itu menjadi perbincangan banyak orang, menjadikan Huawei terus meraih pangsa pasar selama lima tahun terakhir ini.” tambah Lo Khing Seng.  

Sejak 2016 lalu pertama kali diperkenalkan, nova berhasil merebut perhatian kawula muda. Desain menarik, menggambarkan tren terbaru serta teknologi canggih. Di tahun 2016, sebanyak 65 juta unit smartphone nova berhasil terjual. Itu menandakan antusiasme pasar akan seri tersebut.  

Nama nova diciptakan dengan konsep tersendiri. “Nova” dalam bahasa Latin berarti “bintang baru”, menandakan seri nova yang muda, cantik, dan menyenangkan. “Nova” juga diambil dari kata “inovasi”, yang menggambarkan semangat inovatif merk Huawei.

“Dengan pemahaman yang mendalam tentang dinamika pasar, Huawei nova memberikan smartphone yang menyenangkan, bebas, dan individual untuk konsumen modern,” lanjut Lo Khing Seng. by