Krematorium Pemkot Surabaya Lebih Murah, Jadi Pilihan Warga

Kamis, 19 Sep 2019 | 12.00 WIB

Krematorium Pemkot Surabaya Lebih Murah, Jadi Pilihan Warga

Saat proses kremasi di krematorium TPU Keputih. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Pemkot Surabaya telah membangun krematorium atau tempat pengabuan jenazah. Letaknya di TPU Keputih. Sejak dibangun pada 13 Juni 2019 hingga 16 September 2019, sudah 36 jenazah yang dikremasi di tempat itu.

Hal ini diakui Kepala UPTD Pemakaman, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Aswin Agung. Menurut dia, sejak dioperasikan banyak warga yang memanfaatkannya. Dia menambahkan, alasan warga Surabaya memanfaatkan Krematorium Keputih, karena harganya relatif lebih murah dibanding dengan milik swasta. Biaya retribusi yang dipatok untuk jasa pengabuan paling murah adalah Rp500 ribu. Tarif tersebut menyesuaikan dengan Perda Nomor 7 tahun 2012, yakni berdasarkan ketebalan peti.

“Retribusi paling murah Rp500 ribu menggunakan peti model partikel. Sedangkan untuk biaya sewa tempat atau fasilitas perawatan, termasuk penyiapan dan pelaksanaan upacara sebesar Rp300 ribu,” jelasnya.

Sementara untuk retribusi menggunakan peti dengan tebal 2 centimeter dikenakan tarif Rp1.250 juta, peti dengan tebal 3 sampai 5 centimeter dikenakan retribusi Rp1.750 juta. Sedangkan untuk yang paling mahal, peti dengan ketebalan 6 centimeter dikenakan retribusi Rp3 juta.

Aswin mengungkapkan, saat ini terdapat tiga tungku pembakaran di Krematorium Keputih. Selain itu, ada tempat pembakaran tradisional yang ditempatkan di luar bangunan. Ada pula tempat khusus upacara keagamaan serta pura. “Di Krematorium Keputih juga ada fasilitas untuk tempat upacara keagamaan, aula pendopo, ruang tunggu tamu dan toilet pegawai,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Surabaya yang ingin memanfaatkan jasa pengabuan di Krematorium Keputih sebelumnya bisa melengkapi persyaratan.

Yakni, data KK (Kartu Keluarga), KTP (Kartu Tanda Kependudukan) dan surat kematian jenazah dari rumah sakit, puskesmas atau dokter. Selain itu, syarat lain yang harus dilampirkan adalah KK dan KTP selaku ahli waris atau pemohon. “Ke depan kami juga berencana menambah fasilitas berupa tempat persemayaman jenazah, seperti di rumah duka Adi Jasa, kalau di Krematorium Keputih saat ini belum ada,” pungkasnya. (windhi/by)