Mantan Ketua DPC PKB Surabaya Daftar Pilwali di PDI Perjuangan

Minggu, 15 Sep 2019 | 21.00 WIB

Mantan Ketua DPC PKB Surabaya Daftar Pilwali di PDI Perjuangan

Wahyuddin Husein (ist)


Centroone.com - Mantan ketua DPC PKB Surabaya yang sempat hijrah ke Partai Idaman, mendaftar di penjaringan Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) dan Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) yang dilakukan PDI Perjuangan.

Achmad Wahyuddin atau dikenal pula Wahyuddin Husein, mendaftar jelang penutupan penjaringan di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim Jl Kendangsari, Sabtu (14/9/2019) malam.

Mantan anggota dewan Surabaya periode 2004-2009 ini memang sudah dikenal di kancah perpolitikan Surabaya. Wahyuddin mendaftar mendaftar untuk posisi Bacawawali. "Saya sudah berkomunikasi dengan pengurus PKB dan tidak ada persoalan untuk mendaftar melalui PDI Perjuangan," ungkapnya usai menyerahkan berkas pendaftaran.

Menurut dia, justru ada kemungkinan PDI Perjuangan dan PKB akan berkoalisi dalam Pilwali Surabaya tahun 2020.Nama Wahyuddin selama ini memang lekat dengan PKB. Dia adalah mantan Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) tahun 2005 yang bergandengan dengan Alisjahbana, juga melalui PKB.

Tetapi namanya tenggelam setelah dia tidak lagi jadi ketua DPC PKB dan sudah tidak menjadi anggota DPRD Surabaya. Dia sekarang lebih menekuni sebagai pengusaha dan dosen.Meski demikian, dia menegaskan tidak gentar untuk bersaing dalam Pilwali 2020. "Saya menyebutnya Haji Udin is back," cetusnya.

Mengenai program kerja jika mendapat rekom dari PDI Perjuangan, dia mengatakan bakal mempertahankan program yang baik yang sudah dilakukan wali kota Surabaya yang sekarang, Tri Rismaharini.

Dikatakan, faktor Risma sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Bahkan dia menyebut sepuluh tahun kepemimpinan Risma di Kota Pahlawan banyak keberhasilan yang sudah dicapai.

Namun dia menjelaskan teringat dengan pesan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mantan Ketua PBNU itu sering mengatakan agar mempertahankan apa yang sudah baik. "Gus Dur dulu sering kali membawakan pesan pertahankan yang sudah baik. Jadi yang sudah baik dari Bu Risma akan dipertahankan dan melakukan perbaikan lebih baik lagi,” katanya. (windhi/by)