Ini Nasib Ponsel BM Usai 17 Agustus

Rabu, 07 Ags 2019 | 20.00 WIB

Ini Nasib Ponsel BM Usai 17 Agustus

ilustrasi (pixabay)


Centroone.com - Untuk menekan peredaran ponsel ilegal - pertengahan Agustus nanti, tiga kementrian yakni  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan meresmikan aturan pemblokiran smartphone ilegal lewat validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI).  

Lantas bagaimana nasib mereka yang masih menggunakan ponsel black market?  Di bagian FAQ situs cek IMEI, https://imei.kemenperin.go.id/ dijelaskan bahwa ponsel black market (BM) yang dibeli sebelum tanggal 17 Agustus 2019  tidak langsung diblokir. Namun  ketentuan atas masa pakainya akan ditentukan kemudian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam hal ini, Kemenperin akan mempersiapkan regulasi pemutihan yang akan diumumkan di kemudian hari. 

Sementara jika membeli HP dari luar negeri setelah tanggal 17 Agustus 2019 juga tetap bisa  bisa dipakai, selama importasinya mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kemenperin sendiri bertindak untuk mengumpulkan data IMEI yang diperoleh dari proses pendaftaran telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 108/M-IND/PER/11/2012.

Peraturan terkait pemblokiran ponsel ilegal - jika tepat sesuai jadwal akan ditetapkan pada 17 Agustus nanti, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke 74.  Dengan paling lambat enam bulan setelah peraturan tersebut diundangkan, maka pemblokiran ponsel black market kemungkinan baru dimulai pada 17 Februari 2020.   bbs