Pelatihan Non Akademis Untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Kamis, 29 Ags 2019 | 09.00 WIB

Pelatihan Non Akademis Untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Wali Kota Tri Rismaharini. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Kualitas pendidikan di Surabaya, baik jenjang SD maupun SMP, terus jadi perhatian Pemkot Surabaya. Bahkan kualitas pendidikan itu terus ditingkatkan. Pemkot bahkan menyiapkan 11 pelatihan non akademis bagi pelajar Surabaya. Pada Rabu (28/8/2019), pemkot membuka program pelatihan tersebut sekaligus melaunching Pelatihan Kreativitas Anak, Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KPKAS), di Taman Surya Balai Kota.


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini adalah Pemkot Surabaya ingin menggali potensi anak-anak kampung non akademik. Sehingga diharapkan nantinya kegiatan ini mampu menambah skill mereka agar menjadi profesional di bidang yang diminati. Pelatihan non akademis itu untuk mengisi kegiatan pelajar di luar sekolah.


Menurutnya, di era saat ini, anak-anak bisa mendapatkan informasi apapun yang mereka inginkan. Namun demikian, mereka juga harus diselamatkan dengan mengarahkan ke dalam sebuah kegiatan yang positif. Salah satunya adalah melalui platihan non akademis. “Lingkungan sekitar itu sangat berpengaruh, lingkungan keluarga bahkan lingkungan kampung juga sangat berpengaruh,” ujarnya.


Wali kota juga mengimbau para orang tua dan guru-guru yang ada di sekolah agar mendukung penuh dengan cara memberikan ruang. Sebab menurutnya, ruang itulah yang sangat dibutuhkan mereka. “Nantinya dari kegiatan ini saya sangat berharap anak-anak akan menjadi luar biasa, saya percaya bisa asal kita mau berusaha,” terangnya.


Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya Chandra Oratmangun mengatakan, ada 11 kegiatan pelatihan non akademis yang bakal dimulai akhir bulan ini, yakni 30 Agustus – November 2019. 

“Nanti supaya tidak menganggu sekolah, kita agendakan akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Selebihnya mereka bisa belajar sendiri di rumahnya,” kata Chandra.


Ke-11 pelatihan yang akan diikuti lebih dari 425 anak ini, dibagi sesuai apa yang mereka minati. Seperti, pelatihan chef, vlogger, reporter, stand up comedy, menyanyi/menari, enterpreneurship, melukis/membatik, dai cilik dan mendongeng. ”Kemudian menulis puisi, cerpen. Mereka bebas memilih apa yang mereka butuhkan. Mereka sangat antusias terbukti dari jumlah peserta yang masih terus bertambah,” jelasnya.


Dia menambahkan, dari hasil pelatihan itu, Pemkot Surabaya juga menyiapkan Awarding KPKAS untuk peserta. 

“Ini dilakukan setelah semuanya selesai, tujuannya untuk mengapresiasi usaha mereka sekaligus memastikan sejauh mana skill yang dimiliki bidang yang sudah dipelajari itu,” kata Chandra. (windhi/by).