Bermanfaat Bagi Masyarakat Meski Lewat Sebaris Kode

Selasa, 20 Ags 2019 | 14.00 WIB

Bermanfaat Bagi Masyarakat Meski Lewat Sebaris Kode

Muh. Isfhani Ghiath (GoogleIndonesia)


Centroone.com - Berjuang di masa kini  berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan dulu. Jika dulu para pemuda berjuang di medan perang menghadapi penjajah, di masa kini perjuangan adalah menjawab tantangan dan permasalahan yang terjadi di sekitar kita. 

Hal itu dibuktikan oleh Muh. Isfhani Ghiath, biasa disapa Isfha.  Pemuda berdarah Makassar- yang merupakan anggota Developer Student Clubs (DSC) Lead di STT Terpadu Nurul Fikri Depok  berhasil menciptakan aplikasi Android dan antivirus komputer yang dapat digunakan oleh orang banyak untuk menyelesaikan masalahnya.

Pria kelahiran Sungguminasa 22 tahun yang lalu ini sudah tertarik ke dunia programming sejak duduk di bangku SD. Rasa penasarannya yang tinggi berhasil membuat Isfha mampu menciptakan antivirus pada 2009 - 2010 saat Ia menjadi pelajar SMP. Spensav, antivirus ciptaan Isfha ini telah diunduh sekitar 500.000 pengguna dan berhasil membuatnya meraih beragam penghargaan, salah satunya Juara ll Asia-Pacific Information and Communication Technology Alliance Awards 2014. 

Atas prestasinya itu, Isfha juga mendapat apresiasi dari Menteri Kominfo pada saat itu, Tifatul Sembiring, berupa laptop, yang kala itu menjadi laptop pertamanya. " Makna kemerdekaan adalah mampu berkontribusi dalam kebermanfaatan untuk semua orang walau hanya sebaris kode." ujarnya 

Spensav awalnya adalah bentuk dari tanggung jawabnya. Saat duduk di bangku SD, Isfha tidak sengaja menjadikan komputer yang disewa ayahnya untuk bisnis percetakan terkena virus. Ia akhirnya berusaha keras mencari solusi atas masalah yang Ia alami. Orang tua Isfha sempat melarangnya mengoperasikan komputer, namun Ia tetap teguh untuk belajar secara otodidak dari internet. Setiap minggunya Ia menyisihkan uang jajan dan pergi ke warung internet atau kerap disingkat warnet demi memenuhi hasrat keingintahuannya yang tinggi agar bisa menjawab hal yang dipertanyakannya selama ini, membasmi virus yang menjangkiti komputer sang ayah.

Keberhasilan yang diraihnya saat itu, tak begitu saja membuat Isfha berbangga diri. Isfha semakin mendalami dunia programming dan memantapkan diri untuk mengambil jurusan informatika di STT Terpadu Nurul Fikri. Tidak hanya belajar secara formal di bangku kuliah, Ia pun turut mempraktikkan dan melakukan beragam uji coba aplikasi yang Ia ciptakan bersama teman-temannya di Developer Student Clubs (DSC).

Kini ada dua aplikasi yang masih terus dikembangkan oleh Isfha dan akan segera diperkenalkan kepada publik. Relieve, sebuah aplikasi food sharing yang menghubungkan restoran dengan komunitas food sharing yang nantinya akan membagikan kelebihan makanan kepada tunawisma. Serta satu aplikasi lainnya yang sedang dikembangkan yaitu WeBlocker, sebuah aplikasi parental control yang akan memudahkan orang tua memantau aktivitas anaknya selama berselancar di internet baik melalui desktop maupun melalui smartphone.

Berkat kerja kerasnya dan keaktifannya di DSC dalam berbagi ilmu mengenai Android, pemrograman,  Isfha mendapat kesempatan untuk datang ke Google I/O yang merupakan impian bagi developer di seluruh penjuru dunia dan ini adalah salah satu impian Isfha yang berhasil terwujud.   by