Sambut HUT RI ke 74, Cokelat Rilis "Anak Garuda"

Senin, 19 Ags 2019 | 08.00 WIB

Sambut HUT RI ke 74, Cokelat Rilis

Band Cokelat (istimewa)


Centrone.com - Setelah sukses dengan "Bendera" serta single “Garuda” yang dirilis pada 2017 lalu, Cokelat kembali menelurkan lagu bernuansa kebangsaan.  Mengusung tajuk "Anak Garuda", lagu baru dari Cokelat juga akan menjadi lagu tema (theme song) yang dipersiapkan untuk film layar lebar bertajuk "Anak Garuda."  Film berjudul sama dengan lagu Cokelat tersebut rencananya bakal dirilis pada Januari 2020 mendatang.

Tidak hanya enerjik dan mengobarkan semangat, single "Anak Garuda" juga mudah dicerna dan mengundang sing a long saat di panggung. Di sisi lain, aransemen komposisinya juga terdengar semakin matang dan dewasa, berkat sentuhan ‘ajaib’ Irwan “Opung” Simanjuntak.  

Opung sebelumnya juga memoles lima single terakhir Cokelat, yakni “Dikhianati”, “Cinta Matiku”, “Garuda”, “Peralihan Hati” dan “5 Menit 5 Tahun”.

“Khusus untuk gitar, sound, fills dan riff sangat mewarnai lagu ini. Bagian solo gitar diisi dengan hal yang berbeda. Kesatuan musik dan vokal lagu ini bertujuan untuk membuatnya menjadi dinamis, agar pendengar bisa tumbuh rasa semangat dan bangga terhadap Garuda, tumbuh percaya diri sebagai anak Indonesia,” papar Edwin, gitaris Cokelat. 

Menurut Cokelat lagu ini benar-benar dipersembahkan untuk Indonesia. Apalagi, momennya sangat pas, karena dirilis di Agustus, sehingga bisa diperdengarkan saat bangsa Indonesia tengah bersuka-cita memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-74.

"Anak Garuda" sendiri bukan murni lagu baru, melainkan sebuah karya lagu ciptaan Julianto Eka Putra - pendiri Yayasan Selamat Pagi Indonesia (YSPI) yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur - yang lantas didaur ulang oleh Cokelat dengan gaya khasnya, atas permintaan Julianto. 

"Anak Garuda" diluncurkan melalui PRO M - label terbaru Cokelat- sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital. 
 
" Mudah-mudahan hasil kolaborasi ini bisa menjadi penyemangat lagi, setelah bangsa kita sempat ‘terpecah terbagi dua’. Bisa menjadi satu lagi, menjadi ‘Anak Garuda’ yang tidak memandang perbedaan, maju sebagai bangsa yang kuat dan hebat, menjadi bangsa yang bisa kita banggakan.” tambah Ronny - bassis Cokelat.  by