NU Ajak Waspada Terhadap Sel-Sel Teroris

Minggu, 18 Ags 2019 | 23.01 WIB

NU Ajak Waspada Terhadap Sel-Sel Teroris

Achmad Muhibbin Zuhri. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri mengingatkan tentang bahayanya sel-sel terorisme yang masih ada di masyarakat. Hal ini didasarkan kejadian pada Sabtu (17/8/2019) di Mapolsek Wonokromo yang diserang seseorang dengan menyabetkan celurit ke arah petugas.

Menurut Muhibbin Zuhri, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku (IM) diduga melakukan 'amaliah' terorisme dan terindikasi berkaitan dengan ISIS. 

"Kejadian ini menunjukkan dengan jelas, bahwa sel-sel ISIS dan organisasi teroris lainnya, masih hidup dan terus tumbuh di tengah-tengah kita. Semua pihak harus menyadari, terorisme tidak muncul begitu saja, tetapi ia tumbuh dari inseminasi inklusifisme dan faham radikal," tegas Muhibbin Zuhri.

Sebagiannya, lanjut dia, menggunakan instrumen agama seperti pengajian dan halaqah, juga memanfaatkan dukungan media sosial. Dia juga menyampaikan, dalam pemeriksaan awal dan penuturan ketua RT setempat dimana IM tinggal bersama istrinya, dapat dipastikan bahwa keluarga itu menunjukkan perubahan pola hidup setelah mengikuti pengajian-pengajian kelompok tertentu.  

Perubahan dimaksud sangat jelas pada cara berpakaian dan dalam relasi sosialnya yang semakin tertutup.

"Jika ini benar, maka hal ini merupakan pelajaran bagi kita semua, anggota masyatakat dan aparat untuk meningkatkan kontrol dan kewaspadaan terhadap gejala-gejala serupa di masyarakat. 

Pengajiannya memang mungkin tidak mengajarkan 'amaliah' terorisme, tapi sangat berperan membentuk sikap ekslusif, puritan dan menganggap salah 'orang lain' atau menolak pola beragama yang establish. Inilah gejala intoleransi yang ketika di-'switch' sedikit saja, maka bisa mengarah kepada terorisme," beber dia.

Untuk itulah, Muhibbin Zuhri, berharap warga masyarakat, pemerintah, aparat dan seluruh stakeholder kota untuk lebih aware terhadap perkembangan radikalisme.

 "Harus ada gerakan simultan yang nyata ke arah ini. Tidak boleh kemajuan di bidang infrastruktur, tata kota dan ekonomi, dibarengi dengan sikap permissif terhadap pemikiran, faham dan gerakan yang mensupport radikalisme," kata dia.

Selain itu, tambah dia, jangan biarkan rumah ibadah, tempat fasilitas umum, perumahan, kantor-kantor, mall, apartemen dan majelis-majelis taklim dikelola atau dipakai kegiatan oleh orang-orang yang tak jelas, atau yang jelas-jelas menebar faham ekslusifisme dan radikalisme. Perkuat kohesifitas sosial menangkal bibit-bibit kelompok radikal.

Bahkan kepada warga NU dan khususnya para pemudanya (ANSOR, BANSER, Pagarnusa, IPNU dan IPPNU), ajak Muhibbin Zuri, untuk terus meningkatkan intensitas program memagari warga kota dari penyebaran radikalisme. Sekaligus lebih aktif menjaga lingkungan masing-masing.

"Kepada para kiai dan ustadz-ustadz NU, mari kita tingkatkan dakwah Islam wasathi, sekaligus berupaya lebih kreatif dan massif dalam dakwah agar dapat diterima dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat," tegas Muhibbin Zuhri. (windhi/by)