Ungguli UI, Masuk 4 Besar Perguruan Tinggi Indonesia Terbaik

Sabtu, 17 Ags 2019 | 10.05 WIB

Ungguli UI, Masuk 4 Besar Perguruan Tinggi Indonesia Terbaik

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). ITS sebagai perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH) terbaik di Indonesia, berhasil menempati peringkat ke-4 Perguruan Tinggi (PT) terbaik tahun 2019 versi klasterisasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang resmi diumumkan, Jumat (16/8/2019) sore.

Dengan capaian nilai total sebesar 3.462, ITS akhirnya dapat masuk pada jajaran empat besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Sedangkan untuk posisi pertama ditempati Institut Teknologi Bandung (ITB), posisi kedua diisi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan ketiga oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Sementara Universitas Indonesia (UI) kali ini berada di bawah ITS di posisi kelima.

Menanggapi prestasi tersebut, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengatakan, pada tahun ini proses penilaian dibagi menjadi 4 kelompok besaran yaitu input, proses, output dan outcome. Pada kelompok input dengan persentase penilaian 15 persen yang dinilai adalah persentase dosen berpendidikan S3, persentase dosen dalam jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar, rasio jumlah mahasiswa terhadap dosen, jumlah mahasiswa asing dan jumlah dosen asing.

Untuk kelompok proses dengan jumlah persentase penilaian 25 persen, terdapat aspek pembelajaran daring, kelengkapan laporan PD DIKTI, laporan keuangan, kerjasama perguruan tinggi, akreditasi program studi BAN-PT dan akreditasi institusi BAN-PT. Sedangkan pada kelompok output dengan besaran 25 persen, ada aspek kinerja kemahasiswaan, jumlah artikel mahasiswa terindeks per dosen, kinerja penelitian dan jumlah studi terakreditasi internasional. 

Terakhir pada kelompok outcome dengan besaran 35 persen yang dinilai adalah aspek kinerja inovasi, jumlah patent per dosen, jumlah sitasi per dosen, kinerja pengabdian kepada masyarakat dan persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dalam waktu enam bulan. 

“Capaian ini merupakan kerja keras dari semua sivitas akademika ITS, baik dosen, staf ataupun mahasiswa semuanya berkontribusi dan kami sangat bersyukur atas raihan (prestasi, red) ini” tutur Ashari, sapaan akrabnya, penuh syukur.

Menurut Ashari, untuk kualitas ke segala aspek tersebut, ITS sebenarnya sudah tidak diragukan lagi. Katakanlah pada aspek besaran dalam menyimpulkan kontribusi ITS selama ini kepada bangsa, dapat diacu dari kualitas SDM ITS terbukti telah menghasilkan banyak lulusan yang berkualitas dan tokoh-tokoh negeri ini juga banyak berasal dari ITS, sebut saja yang terdekat adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Sedangkan dari aspek kelembagaan, pada April lalu ITS mendapatkan penghargaan dari Kemenristekdikti sebagai PTN-BH terbaik pertama di Indonesia. 

Ashari menjelaskan, pada aspek kualitas kemahasiswaan dan kualitas pengabdian masyarakat, ITS sendiri selalu mendukung penuh atas seluruh kegiatan mahasiswanya. Sehingga prestasi-prestasi gemilang dapat ditorehkan untuk ITS sendiri maupun Indonesia di kancah internasional. Sedangkan pengabdian masyarakat, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh perguruan tinggi untuk melakukan poin ketiga dari Tridharma perguruan tinggi ini.

Riset-riset berbasis kepada pengabdian masyarakat juga telah banyak dilakukan oleh ITS. “Begitu juga untuk mahasiswa di ITS yang terdapat kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) yang tujuannya adalah untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat secara langsung,” ungkap guru besar Teknik Elektro ITS ini.

Ashari menyampaikan bahwa ITS juga telah banyak membantu pemerintah dalam menjalankan program-programnya yang terkait guna memberikan layanan yang maksimal untuk masyarakat. Salah satunya adalah di berbagai daerah di Indonesia, ITS telah diajak kerja sama oleh pemerintah daerah untuk bisa mengembangkan dan menerapkan smart city di daerah-daerah tersebut.

“Jika soal inovasi, menurut saya, ITS tidak bisa diragukan lagi. Kita (ITS, red) selalu melakukan terobosan-terobosan terbaru untuk menghasilkan inovasi yang bisa berguna untuk bangsa dan negara ini,” tandas pria berkacamata ini.

Seperti diketahui, pada 2017 lalu ITS juga dinobatkan oleh Kemenristekdikti sebagai perguruan tinggi paling inovatif. Namun, menurut Ashari, yang harus ditingkatkan lagi adalah faktor manajemen pengelolaan data dan penyampaian data kelima aspek ini. Semua aspek dilakukan upaya perbaikan dan peningkatan, terutama yang pertama dari SDM.

SDM ini, papar Ashari, hitungannya jumlah Lektor Kepala dan Guru Besar dibagi semua dosen. Jumlah dosen yang berpendidikan S3 dibagi semua dosen. Kenyataannya, saat ini dosen di ITS sudah 45 persen menyandang gelar S3. Selain itu, Lektor Kepala dan Guru Besarnya juga cukup banyak. 

“Tetapi data-data yang di Jakarta (Kemenristekdikti, red) masih banyak yang belum di-update, sehingga kita (ITS, red) terus lakukan updating dan perbaikan serta penyajian data terbaik,” beber dosen yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Jurusan Teknik Elektro ITS tersebut.

Ashari juga menjelaskan, akan jadi percuma jika prestasi banyak tapi tidak dikelola dengan baik pendataannya dan tidak terlaporkan, sehingga hal itu tidak akan tersampaikan kepada masyarakat.

Ashari menegaskan, ITS akan terus siap berkontribusi yang terbaik bagi bangsa dan negara ini sebagai lembaga pendidikan. Tujuan yang harus dikejar adalah memaksimalkan potensi-potensi yang ada di ITS. 

“Agar ke depan, ITS dapat lebih memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” pungkasnya. (windhi/by) .