Tiga Hari Tanpa Air Bersih, Respon PDAM Lambat

Rabu, 14 Ags 2019 | 17.00 WIB

Tiga Hari Tanpa Air Bersih, Respon PDAM Lambat

Warga rela antri untuk mendapatkan air bersih bantuan PDAM. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Selama tiga hari, sejak 12 hingga 14 Agustus 2019, kawasan Jangkungan RW 7 dan 8 Kelurahan Nginden Jangkungan Kecamatan Sukolilo krisis air bersih. Warga kesulitan air untuk masak dan mandi. Kebutuhan sehari-hari untuk air bersih, dipenuhi warga dengan membeli air isi ulang galonan.

Bahkan dalam sehari, warga yang hanya mengandalkan langganan air PDAM tanpa memiliki sumur, mandi sekali saja. Ini juga disebabkan warga di lingkungan Jangkungan tak memiliki tandon air atau bak penampungan lantaran air PDAM di kawasan itu tak pernah bermasalah.

"Selama ini memang tak ada masalah, jadi warga tak siap. Apalagi matinya air PDAM ini mendadak. Warga di kawasan ini jarang memiliki tandon, makanya saat air tak mengalir tiga hari, kami kebingungan," ujar Asnawi, warga Jangkungan II A.

Atas peristiwa itu warga sangat mengeluh. Sebab jika telat satu hari saja membayar tagihan PDAM, pasti didenda. Sementara warga yang kesulitan air, justru direspon setelah hari ketiga melaporkan kasusnya ke pihak pengaduan PDAM. 

Pada hari ketiga, Rabu (14/8/2019) sore, PDAM mengirimkan tiga truk tangki airnya. Truk tersebut ditempatkan di tiga titik, di Jangkungan I, Jangkungan II dan Jangkungan IC. Bahkan sore itu dikabarkan akan dikirim satu truk tangki air tambahan. Kedatangan seluruh truk tangki air itu pun dimanfaatkan warga yang rela antri memenuhi ember, galon maupun jerigen yang dimilikinya.

Menurut Ketua RT 3 RW 7 Surip, matinya air PDAM di kawasan pemukiman itu lantaran ada jaringan pipa PDAM yang terkena eskavator untuk galian proyek box culvert di Raya Nginden pada Senin (12/8/2019). 

"Sayangnya PDAM telat merespon peristiwa itu. Kami pengurus kampung sempat menggelar rapat dengan pelaksana proyek dan pihak PDAM pada Selasa (13/8/2019) malam. Dan dijanjikan masalah kerusakan pipa akan dikerjakan malam itu juga. Bahkan dijanjikan pada Rabu (14/8/2019) sekitar pukul 03.00 air sudah mengalir. Namun sampai Rabu sore tetap tak mengalir dan PDAM hanya bisa membantu mengirimkan truk tangki air," beber Surip.

Sementara saat centroone melaporkan kasus itu ke pihak PDAM, pada Rabu siang, sempat direspon dengan meminta alamat yang jelas. 

Hasilnya, hanya tiga truk tangki air yang dikirim sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan air bersih tersebut. Bahkan dikabarkan, perbaikan akan segera dilakukan dan warga diminta bersabar untuk satu hari lagi mengalami aliran air yang mati. (windhi/by)