Anak Indonesia Butuh Keseimbangan Pola Diet dan Konsumsi

Selasa, 23 Jul 2019 | 12.00 WIB

Anak Indonesia Butuh Keseimbangan Pola Diet dan Konsumsi

ilustrasi (pixabay)


Centroone.com -  Anak-anak Indonesia masih berada dalam bahaya, meski telah terjadi penurunan angka gizi buruk dan stunting. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018 yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI, angka gizi kurang telah turun dari 19,8 persen ke 17,7 persen. 

Keberadaan anak stunting turun dari 37,8 persen menjadi 30,8 persen. Sebaliknya, angka obesitas pada anak-anak Indonesia malah cenderung meningkat, akibat dari pola diet yang salah serta konsumsi makanan yang mengandung gula berlebihan. 
“Indonesia mengalami double burden malnutrition, atau biasa disebut gizi ganda, sehingga di satu sisi anak-anak Indonesia masih ada yang mengalami kekurangan gizi dan stunting, di sisi lain anak-anak juga mengalami over malnutrition obesitas,” tutur Dr. Dase Hunaefi, pakar bioteknologi makanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dase mengatakan, anak-anak Indonesia membutuhkan keseimbangan, sebab permasalahan gizi anak berhubungan dengan pola diet dan kebiasaan konsumsi. 

"Anak-anak yang kekurangan gizi kebanyakan mengandalkan makanan yang mengandung karbohidrat saja sehingga mengalami KEP (kekurangan energi protein) dan kebanyakan mereka berasal dari kalangan perekonomian lemah. Akibatnya, mereka akan mengalami gangguan perkembangan otak sehingga tidak bisa tumbuh dengan normal." tukas Dr Dase. 

Sebaliknya, anak-anak yang kelebihan gizi sebetulnya sudah mencukupi kebutuhan gizinya. Namun karena sifat manja dan kasih sayang berlebihan dari orangtua, anak-anak dibiarkan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, biasanya berbasiskan daging dan minuman dengan kadar gula tinggi. Sedangkan konsumsi ikan dan sayuran kurang digemari. by