Data Aset YKP Diinventarisir Pengurus Baru

Sabtu, 20 Jul 2019 | 22.55 WIB

Data Aset YKP Diinventarisir Pengurus Baru

Maria Theresia Ekawati Rahayu menunjukan beberapa data inventarisir (windhi/centroone)


Centroone.com - Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya yang sudah ditunjuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, langsung bergerak. 

Mereka menginventarisir aset YKP pascapenyerahan aset oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim ke Pemkot Surabaya. Seluruh data-data administrasi, keuangan hingga lokasi aset YKP tak luput dari inventarisir tersebut.

Disampaikan Ketua Pengurus YKP Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu, pihaknya saat ini sedang melakukan inventarisir data setelah diserahkan dari pengurus lama ke baru. Inventarisir data-data itu terdiri dari administrasi, laporan keuangan, laporan stok map hingga data karyawan. 

“Besok kita akan lakukan survey, sesuai data-data yang sudah disertakan kepada pengurus baru,” kata Yayuk sapaan lekatnya.

Dia menjelaskan, data aset yang diinventarisir tersebut merupakan sisa kavling yang belum terjual dan dikelola oleh pengurus lama YKP. Sementara untuk aset yang dikelola PT Yekape masih belum, karena posisi YKP adalah pemegang saham. 

Artinya sebelumnya Pemkot Surabaya harus melalui mekanisme PT. “Sedangkan yang diserahkan ini adalah pengelolaan Yayasan Kas Pembangunan Surabaya. Kalau yang (posisi aset) di luar kota, yang dikelola Yayasan tidak ada,” katanya.

Aset YKP yang diserahkan dari pegurus lama ke baru itu terdapat di lima wilayah Kota Surabaya. Yakni, Tenggilis Mejoyo terdapat 6 persil dengan luas total 1.029 meter persegi, Rungkut Kidul terdapat 11 persil dengan luas total 13.896 meter persegi, Kali Rungkut terdapat 16 persil dengan luas total 60.665 meter persegi, Penjaringan Sari terdapat 52 persil dengan luas total 31.249 meter persegi dan Medokan Ayu terdapat 5 persil dengan luas total 139.882 meter persegi.


Perempuan yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya ini juga mengungkapkan, untuk tahap awal pihaknya akan melakukan inventarisasi dan identifikasi data-data aset di lima wilayah tersebut.

 “Kemudian yang kita lakukan terkait dengan audit terhadap laporan keuangan dan sebagainya,” jelas Yayuk. (windhi/by).