Harga Tiket Pesawat Belum Juga Turun, Masyarakat-Dunia Wisata Makin Terpuruk

Selasa, 02 Jul 2019 | 13.38 WIB

Harga Tiket Pesawat Belum Juga Turun, Masyarakat-Dunia Wisata Makin Terpuruk

ilustrasi bandara (pixabay)


Centroone.com - Harga tiket pesawat yang melambung tinggi selama beberapa bulan terakhir membuat para pelaku dunia wisata menjerit. Masyarakat umum yang sering menggunakan pesawat terbang sebagai transportasi utama bepergian turut merasakan dampaknya.  

Saat ini harga tiket domestik lebih mahal dari pada tiket pesawat ke luar negeri seperti untuk tujuan Singapura atau malaysia.  Bahkan demi untuk mendapatkan tiket pesawat dengan harga terjangkau, ada pengguna transportasi udara yang harus transit ke luar negeri.  Menurut  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  harga tiket pesawat telah naik 2 kali lipat dari harga sebelumnya - dan bahkan telah mendekati tarif batas atas yang ditentukan Kementerian Perhubungan. 

Harga tiket yang mahal ini sendiri, tentu saja berdampak besar.  Menurut catatan, jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur periode sejak Januari hingga April, mengalami penurunan sekitar 10 ribu orang per hari dari 55 ribu menjadi 45 ribu orang per hari. 

 Penurunan jumlah penumpang akibat tingginya harga tiket, juga terjadi di bandara-bandara lain di Indonesia. Data BPS menyebutkan jumlah penumpang pesawat domestik di Mei 2019 mencapai 5,25 juta orang. Angka itu turut 27,74% jika dibandingkan bulan yang sama di 2018 sebesar 7,27 juta orang.  

Sementara itu, menurut Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta kunjungan wisatawan Yogyakarta lewat udara turun sebesar 25 persen akibat tiket pesawat mahal.  Sedangkan Bali yang menjadi incaran turis internasional mengalami penurunan wisatawan 12 persen. 

 Jika harga tiket yang mahal ini tidak segera mendapatkan solusi - maka dunia wisata tanah air bisa semakin terancam penurunan jumlah wisatawan. Dampak domino akan terjadi. Penurunan jumlah wisatawan bisa berujung mematikan potensi wisata suatu daerah.  Belum lagi dengan faktor-faktor lain yang terkait dengan dunia wisata seperti perhotelan, restoran, serta lainnya akan kehilangan pengunjung dan wisatawan.  

Pemerintah sendiri berkomitmen untuk menurunkan harga tiket sampai 50 persen. Namun penurunan harga tiket itu sayangnya tidak berlaku untuk semua harga tiket dan terkesan setengah hati. 

Pemerintah pekan ini, melalui Kementerian Bidang Perekonomian memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat jenis LCC (Low Cost Carier). Tiket yang akan turun untuk penerbangan domestik dengan jadwal tertentu.  Tiket murah tersebut ternyata hanya tersedia di luar jam sibuk atau 'low hours' - yakni meliputi jam keberangkatan antara pukul 10.00-14.00 waktu lokal berdasarkan masing-masing bandara.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono mengatakan tiket yang turun adalah untuk LCC domestik di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Nantinya akan ada alokasi tempat duduk (seat tertentu) yang tiketnya diberikan diskon 50%. " Akan diberikan diskon 50% dari tarif batas atas. Kami berkomitmen sekian persen dari total pesawat akan dialokasikan untuk penerbangan murah," jelasnya.

Akan tetapi , meskipun pemerintah berusaha menurunkan tiket tapi sampai saat ini penerbangan semua jam tetap mahal serta selalu penuh karena diduga jumlah pesawat dikurangi.   bbs