Cross Culture 2019 Disiapkan Lebih Meriah

Kamis, 18 Jul 2019 | 02.00 WIB

Cross Culture 2019 Disiapkan Lebih Meriah

Antiek Sugiharti membeberkan gelaran cross culture (WIndhi/Centroone)



Centroone.com - Gelaran festival seni lintas budaya bertajuk Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival yang digelar tiap tahun, kembali disuguhkan untuk warga kota. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan menggelar event internasional pada 21-25 Juli 2019 dan merupakan gelaran ke-15.

Disampaikan Kepala Disbudpar Antiek Sugiharti, tahun ini cross culture lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, sebanyak 13 negara akan memeriahkan festival ini. Dua diantara 13 negara itu merupakan sister city dengan Kota Surabaya. “Nanti ada 248 peserta yang akan ikut berpartisipasi dari mancanegara. Kemudian 94 peserta dari dalam negeri lintas provinsi," ukar Antiek.

13 Negara tersebut diantaranya adalah Jepang, India, Polandia, Ceko, Timor Leste, Bulgaria, Uzbekistan, Russia, Mexico, Thailand, Italy, Busan Korea Selatan dan Guangzhou China. Sementara itu lima lintas provinsi diantaranya Kabupaten Banggai, Pangkalpinang, Kota Solok, Jawa Barat dan Mengwi.

“Jadi totalnya 359 peserta yang berpartisipasi dari dalam maupun luar negeri. Kami mencoba membuat sesuatu yang baru lagi agar di tiap eventnya lebih menarik. Biasanya dibuka dengan Festival Remo dan Yosakoi di Balai Kota, kali ini digelar dengan cara yang berbeda,” kata Antiek saat jumpa pers, Rabu (17/7/2019) di kantor Bagian Humas Kota Surabaya.

Antiek menjelaskan, konsep yang berbeda tersebut diantaranya penampilan tidak seperti tahun lalu dari para delegasi. Selain itu, akan ada workshop khusus yang melibatkan masyarakat umum, sehingga nantinya masyarakat dapat bergabung untuk mengikuti workshop.

Acara yang dinilai memiliki dampak ekonomi yang cukup besar ini, diharapkan mampu menarik dan mengembangkan perekonomian khususnya bagi warga Kota Surabaya.  Dampak ekonomi itu dapat dirasakan oleh hotel-hotel, restoran, transportasi dan souvenir.

Adapun rangkaian acara yang berlangsung lima hari tersebut, dibuka pada  Minggu, 21 Juli 2019.

Sementara Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tunjung Iswandaru mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk Jl Tunjungan dan Taman Surya.

Tidak hanya itu, Dishub Kota Surabaya menyediakan kantong parkir yang disiapkan khusus untuk warga yang  menyaksikan pesta rakyat itu. “Kami menyediakan 8-10 kantong parkir yang terletak di wilayah area acara. Seperti di Jl Genteng Kali, Balai Pemuda, Wijaya Kusuma dan Jl Pacar,” kata Tunjung.

Kantong parkir yang sudah disiapkan sebanyak 8-10 itu mampu memuat kendaraan roda dua antara 1.200-1.300 kendaraan. Kemudian untuk kendaraan roda 4 mampu menampung 300-400 kendaraan.  (windhi/by)