Anut Demokrasi Sentralistik, PDI Perjuangan Rentan Konflik Internal

Senin, 15 Jul 2019 | 19.00 WIB

Anut Demokrasi Sentralistik, PDI Perjuangan Rentan Konflik Internal

Prof Dr H Eko Sugitario SH CN M.Hum, pakar hukum tata negara Universitas Surabaya (Ubaya). (Windhi/centroone)


Centroone.com - Polemik di PDI Perjuangan Surabaya terkait Konfercab, ditanggapi Prof Dr H Eko Sugitario SH CN M.Hum, pakar hukum tata negara Universitas Surabaya (Ubaya). Menurut dosen yang juga staf ahli DPRD Surabaya ini, sistem yang dianut partai dengan logo banteng moncong putih dalam lingkaran adalah demokrasi sentralistik.

“Nampaknya yang dianut demokrasi sentralistik, yaitu daerah tidak memiliki wewenang menyampaikan aspirasi ke pusat, dan pusat lah yang memegang putusan final, jadi demokrasinya ada di sentral,” ucapnya kepada sejumlah awak media, Senin (15/7/2019).

Seharusnya, kata Prof Eko, demokrasi itu bottom-up, artinya tumbuh dari bawah ke atas. Tapi saat ini yang dianut Top-Down, dari atas ke bawah. “Kalau ini tidak diperbaiki, ya percuma, karena akan tarung terus,” katanya, usai menghadiri undangan DPRD Surabaya.

Dia juga menegaskan, masalah itu justru tak diketahui kader di PDI Perjuangan Surabaya. "Ini yang nggak diketahui, belum disosialisasikannya Peraturan Partai nomor 28/2019), berarti ya top-down,” imbuhnya.

Prof Eko menuturkan, jika yang berbunyi rancangan harus mendengar respon dari bawah, karena jika tidak maka bisa dikatakan memaksakan kehendak dari atas alias itu top-down. “Ya ini demokrasi sentralistik. Karena ini peraturan organisasi, kewenangan ada di anggota secara pleno. Masyarakat nggak punya hak nyampuri urusan partai, ini kan urusan internal partai, jadi hanya boleh komentar,” pungkasnya.

Diketahui, hasil Konfercab PDI Perjuangan yang menunjuk Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC Kota Surabaya, ternyata menuai protes keras dari jajaran pengurus tingkat Kecamatan (PAC) se-Surabaya. 

Pasalnya nama yang direkomendasi DPP untuk jabatan Ketua DPC dianggap tidak sesuai dengan aspirasi hasil rapat di tingkat PAC dan Muscab tingkat DPC. (windhi/by) .