Sosialisasi Antikorupsi Di Taman Bungkul Disambut Antusias Warga

Minggu, 14 Jul 2019 | 22.57 WIB

Sosialisasi Antikorupsi Di Taman Bungkul Disambut Antusias Warga

Wali Kota Risma dan pihak KPK menggalang tanda tangan pemberantasan korupsi.(windhi/centroone)


Centroone.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengedukasi warga Surabaya tentang antikorupsi. Acara yang dilakukan di Taman Bungkul itu didampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sementata pihak KPK ada Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Taman Bungkul dipilih karena Minggu (14/7/2019), di tempat itu warga Surabaya memadati gelaran Car Free Day (CFD) sehingga cocok untuk sosialisasi.

Kegiatan ini merupakan hari terakhir rangkaian acara Roadshow Bus KPK 2019 bertajuk 'Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi' di Surabaya. Dalam kegiatan ini, KPK bersama Wali Kota Risma melakukan sosialisasi di Taman Bungkul melalui beragam program kegiatan pencegahan korupsi dengan melibatkan elemen masyarakat. Warga nampak sangat antusias mengikuti berbagai acara yang diinisiasi oleh KPK.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengajak para orang tua agar mengajarkan anak-anaknya untuk disiplin, kerja keras dan punya integritas jujur. Dia ingin sejak dini anak-anak Surabaya sudah mulai ditanamkan nilai-nilai kejujuran. Karena dia menilai, anak-anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan masa depan bangsa.

“Ayo, mari kita bersama ajarkan anak-anak kita, saya yakin suatu saat anak-anak Surabaya bukan hanya jadi pemimpin Indonesia, tapi juga tersebar di seluruh dunia,” kata dia.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini yakin, jika anak-anak sejak dini diajari untuk berlaku jujur, maka dia yakin Indonesia khususnya Surabaya ke depan akan semakin maju. Karena integritas kejujuran merupakan awal dalam meraih sebuah kesuksesan. Namun demikian, masyarakat juga harus turut andil dalam mendukung pemerintah.

“Karena itu ayo kita ajarkan anak-anak kita jujur, disiplin, kerja keras, kita yakin suatu saat akan terjadi Negara yanggemah ripah loh jinawi (kekayaan alam yang berlimpah),” jelasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai, Kota Surabaya memiliki seorang pemimpin yang berintegritas tinggi. Hal ini bisa dilihat dari antusias warga yang sangat mendukung pemerintah. Karena itu, pihaknya berharap, kepada kota atau kabupaten lain bisa mencontoh tata kelola pemerintahan yang ada di Surabaya.

“Saya pikir mari kita menjadi contoh, dimana rakyatnya menghargai pemimpinnya. Integritas itu jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab dan berani, saya pikir nilai-nilai itu ada di sini (Surabaya, red),” kata Saut.

Menurutnya, Surabaya memiliki seorang wali kota yang berintegritas tinggi. Bagaimana seorang pemimpin itu mencintai rakyatnya dan sebaliknya. Sehingga hal ini menjadi lebih mudah bagi KPK dalam mensosialisasikan berbagai program yang digagasnya. Makanya, selama ini pihaknya merekomendasikan beberapa wilayah untuk belajar ke Surabaya. “Kami melihat secara fisik kota ini (Surabaya, red) ditata dengan baik, begitulah kalau pemimpin mencintai rakyatnya dan rakyatnya mencintai pemimpinnya,” tuturnya.

Saut menjelaskan, ada beberapa indikator yang bisa dijadikan rujukan pembelajaran bagi kota atau kabupaten lain dari kepemimpinan Wali Kota Risma. Misalnya, sistem pengelolaan aparat pengawas internal pemerintah, perizinan, kebersihan, pelayanan masyarakat dan pendidikan. “Saya melihat beliau itu (Wali Kota Risma, red) sangat detail, hal yang kecil-kecil sangat detail dan itu yang harus kita tiru untuk semuanya,” katanya.

Pada Roadshow pagi ini, masyarakat juga diberi kesempatan untuk melihat secara langsung isi dalam bus yang terdapat beberapa unit komputer yang terkoneksi internet dan situs KPK dengan beragam fitur di dalamnya. Melalui bus itu, masyarakat bisa belajar banyak hal tentang upaya-upaya pencegahan korupsi. (windhi/by).