DPD Jatim Nilai Penunjukan Adi Sutarwijono Belum Final

Minggu, 14 Jul 2019 | 22.00 WIB

DPD Jatim Nilai Penunjukan Adi Sutarwijono Belum Final

Kusnadi usai jumpa pers. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Munculnya nama Adi Sutarwijono sebagai pimpinan DPC PDIP Perjuangan Surabaya, dianggap DPD PDI Perjuangan Jatim masih belum final. Hal ini diketahui setelah DPD memanggil para pengurus PAC Surabaya, Minggu (14/7/2019) siang. Para pengurus ini dikumpulkan sekitar pukul 14.00 di kantor DPD Jl Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo.

Memang, pertemuan itu berlangsung alot. Bahkan sempat terjadi insiden baku hantam antar sesama kader PDI Perjuangan, namun itu berlangsung sebentar. Pertemuan itu diadakan secara tertutup. Media memang tidak diperkenankan masuk untuk meliput. Namun dari luar terdengar suara interupsi yang agak keras.

Setelah tiga jam mengadakan pertemuan, para pengurus PAC terlihat begitu semringnah dan semangat usai adanya keputusan rapat. "Saya no comment. Pokoknya kabar gembira," ujar Ketua PAC Simokerto Tri Widyanto.

Usai rapat dengan PAC, pengurus DPD langsung mengadakan rapat lagi. Ditemui usai rapat, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi mengatakan, ada permasalahan pada tiga DPC di Jatim dan dianggap belum selesai. Yaitu, Banyuwangi, Bojonegoro dan Surabaya. "Untuk menyempurnakan beberapa peraoalan, ada tiga DPC yang kita panggil. Tuban, tadi siang Bojonegoro barusan Surabaya. PAC yang kita panggil karena DPC demisioner," ujarnya.

Dalam hal ini, dia hanya melakukan intruksi dari DPP. "Yaitu untuk mensosialisasikan peraturan partai nomor 28 Tahun 2019 Tentang Konsolidasi Partai PDI Perjuangan melalui pembentukan dewan pimpinan cabang dan dewan pimpinan daerah dalam kongres lima," bebernya.

Menurut dia, permasalahan ini harus cepat selesai sebelum tanggal 27 Juli. "Karena tanggal 27 kita Konferda. Ketua, sekretaris dan bendahara baru jadi utusan di Konferda," lanjutnya.

Kusnadi melanjutkan, setelah ini masih ada Konfercab lanjutan. Hanya saja belum diketahui kapan tanggal pastinya. "Saya akan melaporkan, saya sudah melakukan sosialisasi," tuturnya.

Ditanya tentang nama baru yang sebelumnya sempat muncul, Kusnadi menegaskan hal tersebut belum final. "Tidak ada SK, yang ada hanya rancangan rekomendasi. Saya tidak bisa menjawab itu. Apakah bisa membatalkan atau tidak, karena semua itu kewenangan DPP," imbuhnya.

Seperti diketahui terjadi polemik di DPC PDI Perjuangan Surabaya saat ini. Penyebabnya ada pergantian ketua dari Whisnu Sakti Buana selaku ketua dan Syaifuddin Zuhri di posisi sekretaris. Nama baru yang muncul itu adalah Dominikus Adi Sutarwiyono di posisi ketua dan Baktiono di posisi sekretaris. (windhi/by).