Berbagi Strategi Rintis Open Hybrid Cloud Untuk Perusahaan

Jumat, 12 Jul 2019 | 20.00 WIB

Berbagi Strategi Rintis Open Hybrid Cloud Untuk Perusahaan

Country Manager PT Red Hat Indonesia Rully Moulany,Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan Kementrian Keuangan Saiful Islam, Vice President & General Manager Asian Growth and Emerging Market Red Hat Damien Wong, Director of Product Portfolio APAC Office of Technology, Red Hat Brendan Paget. (RedHat)



Centroone.com - Menurut IDC, 70 persen pelanggan sudah menggunakan multicloud dan 64 persen aplikasi dalam portofolio IT saat ini telah berbasis lingkungan cloud, baik publik maupun pribadi. Fakta itu mendorong  Red Hat Inc berbagi ilmu tentang bagaimana perusahaan dapat mempercepat dan merancang strategi hybrid cloud untuk. 

Acara yang dikemas dalam diskusi bertajuk Red Hat Hybrid Cloud Series ini akan menjelajahi 11 kota di Asia Pasifik seperti Beijing, Bangkok, Hong Kong, Kuala Lumpur, Mumbai, Manila, Seoul, Singapura, Taipei, Tokyo serta tidak ketinggalan Jakarta, Kamis, (11/07/2019). 

Mengusung tema, “Bridge Your Clouds. Build Your Future”, acara ini membahas strategi open hybrid cloud Red Hat dan berbagi wawasan bisnis tentang aplikasi cloud-native dan Kubernetes. Eksekutif Red Hat juga akan memberikan arahan bagaimana organisasi dapat mengimplementasikan infrastruktur hybrid cloud dengan Red Hat Enterprise Linux 8 dan Red Hat OpenShift 4. 

“Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik telah mengadopsi lingkungan cloud hybrid untuk meningkatkan kelincahan bisnis dan mendapatkan fleksibilitas. Bersama-sama, Red Hat Enterprise Linux 8 dan Red Hat OpenShift 4 dapat memberikan landasan yang konsisten untuk inovasi dan menawarkan tool hybrid terbaru untuk mengoptimalkan biaya, kinerja, dan kecepatan saat perusahaan bergerak maju dalam perjalanan transformasi digital mereka.” tukas Frank Feldmann, Vice President APAC Office of Technology, Red Hat Asia Pacific. 

Red Hat Enterprise Linux 8 membangun fondasi untuk portofolio hybrid cloud Red Hat dan mendukung beban kerja operasi yang membentang dari pusat data perusahaan ke beberapa cloud publik. Red Hat OpenShift 4 adalah generasi berikutnya dari platform enterprise Kubernetes yang tepercaya milik Red Hat, direkayasa ulang untuk mengatasi rumitnya dari orkestrasi container dalam sistem produksi.

Tahun ini, piranti lunak dan aplikasi yang menggunakan Red Hat Enterprise Linux akan mencapai $10 triliun dari seluruh pendapatan bisnis global, seperti yang diperkirakan oleh IDC dalam laporan dampak Red Hat Enterprise Linux terhadap ekonomi, yang disponsori oleh Red Hat. by