Tanpa Pengawasan, Aktivitas Online Anak Bisa Berbahaya Untuk Keluarga

Minggu, 30 Jun 2019 | 14.00 WIB

Tanpa Pengawasan, Aktivitas Online Anak Bisa Berbahaya Untuk Keluarga

Ilustrasi (pixabay)



Centroone.com - Semakin intens anak beraktivitas di internet maka semakin besar pula kemungkinan mereka mengakses berbagai konten yang tidak pantas, mulai dari pornografi sampai konten berbahaya yang mengandung radikalisme dan terorisme. Atau yang berhubungan dengan privasi dan keamanan finansial keluarga.

Pencegahan selalu menjadi konsep utama dalam memberikan perlindungan terhadap anak, konsep ini yang menjadi poin penting dalam Parental Control. Berbicara mengenai parental control berarti bicara peran orangtua berinteraksi dalam kehidupan dunia maya anak-anaknya. Orangtua diajak berperan untuk lebih pro-aktif melindungi anak saat beraktivitas di internet tanpa anak merasa diintervensi oleh orangtuanya. Karena tanpa pengawasan yang tepat, anak-anak bisa menempatkan diri mereka sendiri dan keluarga mereka dalam bahaya. 

“Peran Parental Control harus lebih diperkuat, terutama dengan munculnya keterlibatan sosial atau platform konten. Di usia muda, keingintahuan seorang anak harus dipupuk dan dilindungi. Kontrol orang tua memfilter aksesibilitas ke kemungkinan konten terlarang yang mungkin berdampak negatif pada anak-anak." ujar FitzGerald, peneliti Senior ESET. 

Masalahnya kesadaran orangtua untuk memberikan proteksi yang layak pada anaknya tidak dilakukan dengan maksimal, hal ini diketahui dari studi yang dilakukan ESET di kawasan APAC atau Asia Pasifik, dari temuan survei ESET mengungkapkan bahwa hanya 29% responden yang menerapkan Parental Control pada perangkat yang digunakan anak-anak mereka. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa 29% responden juga memberikan izin kepada anak-anak mereka untuk mengunduh program dan aplikasi sendiri. 

"Kontrol orangtua juga secara tidak langsung mengajarkan anak-anak nilai uang ketika membeli barang secara online. Ini adalah pelajaran berharga bagi anak-anak untuk dipelajari di usia muda, untuk memastikan bahwa mereka tidak menerima pembelian online begitu saja,” tambah FitzGerald,.  by