54 Persen Warganet Indonesia Pakai Password Unik

Rabu, 26 Jun 2019 | 14.00 WIB

54 Persen Warganet Indonesia Pakai Password Unik

ilustrasi (pixabay)



Centroone.com - Media sosial telah populer menjadi wadah eksistensi untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Namun, pengguna media sosial seringkali melangkah terlalu jauh dan cenderung berbagi terlalu banyak hal tentang privasinya. Detail seperti lokasi mereka, tempat liburan atau data pribadi lainnya dibagikan, membuat mereka rentan terhadap penjahat siber atau lebih buruk.

68% responden dari Survei Konsumen ESET APAC menghabiskan lebih dari tiga jam sehari di internet, dengan sekitar 10% menghabiskan 10 jam sehari. Mayoritas responden di semua negara atau 64% ke atas, kecuali Thailand (45%) mengaku menghabiskan hingga enam jam sehari di internet. Seperti penjelasan global di atas, 50% responden Indonesia menghabiskan waktu 3 jam atau kurang di internet setiap harinya dan 46% menghabiskan 4-6 jam sehari.

Indonesia sebagai salah satu negara yang sangat aktif di internet dan media sosial dari hasil survei APAC ESET diketahui bahwa 54% pengguna menggunakan kata sandi unik di seluruh akun online dan platform, menunjukkan mereka menyadari bahaya menggunakan kata sandi yang sama pada akun yang berbeda dapat menyebabkan mereka mengalami kerugian. Meski demikian persentase pengguna yang memakai kata sandi sama masih tinggi yakni 46%, menjadi kewajiban  bersama untuk memberikan edukasi yang lebih baik pada publik.

Sementara itu menurut survei ESET, 79% responden melakukan beberapa bentuk pemeriksaan sebelum mengobrol dengan orang asing atau tidak mengobrol sama sekali dengan mereka. Namun, ini berarti bahwa 21% responden melakukan obrolan bebas dengan orang asing di media sosial, membuka diri terhadap kemungkinan kasus pencurian identitas. 

Sayangnya, 31% responden mengungkapkan bahwa mereka telah berbagi informasi pribadi dengan orang asing di media sosial, informasi pribadi yang dapat membantu penjahat siber melakukan pencurian identitas atau melakukan social engineering yang ditargetkan untuk orang-orang terdekat korban. 

“Dengan peningkatan akses internet, orang menghabiskan lebih banyak waktu online. Tapi sangat mengkhawatirkan melihat banyak pengguna internet di wilayah APAC masih ada yang berbagi informasi secara sukarela pada orang asing. " tukas Yudhi Kukuh IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia.

Hal ini tidak hanya memengaruhi pengguna yang terlibat, tetapi juga teman dekat dan keluarga mereka. Jika sebanyak 31% responden telah berbagi informasi pribadi dengan orang asing, berarti ada banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mendidik masyarakat tentang bahaya berbagi informasi secara berlebihan di media sosial serta sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkannya. by