SBMPTN Ditutup, Pendaftar ITS Turun 58 Persen

Selasa, 25 Jun 2019 | 16.27 WIB

SBMPTN Ditutup, Pendaftar ITS Turun 58 Persen

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Setelah penutupan pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 pada pukul 22.00, Senin (24/6/2019) malam, para pendaftar yang telah memilih program studi (prodi) tinggal menunggu pengumuman hasil pada 9 Juli.

Dari data yang ada hingga penutupan, peminat yang memilih program studi (prodi) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada SBMPTN 2019 ini sebanyak 14.165 pendaftar.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT mengungkapkan, dari data tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 34.446 pendaftar. “Bisa dikatakan penurunannya sekitar 58,9 persen,” ujarnya.

Adi berpendapat bahwa penurunan ini terjadi karena terdapat perubahan kebijakan dalam SBMPTN tahun ini. Pasalnya, para pendaftar tahun ini dapat melihat lebih dulu hasil Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) yang telah mereka lakukan dan digunakan untuk mendaftar di SBMPTN yang sesuai dengan nilai mereka.

Adi juga beranggapan bahwa hanya pendaftar yang memiliki nilai UTBK tinggi saja yang berani mendaftarkan diri ke ITS. Pasalnya, dengan melihat data rata-rata nilai SBMPTN tertinggi pendaftar yang diterima pada setiap perguruan tinggi tahun lalu, ITS menempati posisi ke-4 baik pada bidang sains dan teknologi (saintek) maupun sosial dan humoniora (soshum).

Sedangkan dengan melihat rekap data nilai UTBK pada tahun ini di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), menunjukan jumlah peserta yang memiliki nilai setiap mata ujian tinggi tidak begitu banyak. “Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penurunan peminat ITS pada SBMPTN 2019 ini,” tandas mantan Ketua LPPM ITS ini meyakini.

Selanjutnya, jika melihat data asal provinsinya, para pendaftar yang memilih ITS terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Timur (Jatim). Lebih dari setengah peminat ITS tahun ini berasal dari provinsi tersebut, yaitu sebanyak 7.195 pendaftar. Kemudian disusul dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebanyak 1.264 pendaftar dan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sebesar 1.013 pendaftar.

Berikutnya , menurut Adi, ditinjau dari persebaran prodi di ITS, Teknik Informatika paling banyak dipilih oleh pendaftar yaitu sebesar 1.027 pendaftar. Kemudian disusul dengan Teknik Elektro sebanyak 660 pendaftar. Angka tersebut juga jauh di bawah pendaftar tahun lalu. “Sedangkan peminat paling sedikit pada Desain Interior sebanyak 218 pendaftar saja,” ungkap guru besar Teknik Elektro tersebut. (windhi/by)