Konsumen Wajib Sadari Potensi Ancaman Siber

Minggu, 23 Jun 2019 | 18.00 WIB

Konsumen Wajib Sadari Potensi Ancaman Siber

ilustrasi (pixabay)


Centroone.com - ESET telah melakukan survei konsumen di Asia Pasifik bertujuan untuk mempelajari tentang perilaku dan kebiasaan online mereka. 2.000 responden dari masing-masing negara, yang terdiri dari Hongkong, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand disurvei. 

Tujuannya untuk mengatasi perbedaan dalam kecakapan siber antara negara-negara yang disurvei, menganalisis kebiasaan mereka berdasarkan interaksi online. ESET juga  mempelajari kesadaran mereka tentang ancaman keamanan siber dasar, praktik terbaik, dan tindakan mereka secara online.

Ketika ditanya dari mana sebagian besar serangan siber berasal, responden merespon dengan mengatakan “Mengunduh file dari internet” sebagai pilihan utama mereka.  28% Pengguna internet Indonesia tidak pernah menggunakan sumber tidak resmi saat mengunduh atau streaming video karena sadar bahaya situs semacam itu. 

Sebaliknya 72% responden menggunakan sumber yang tidak resmi. Ditambah sebagian besar responden yang mengakses internet via ponsel sebesar 90%, menempatkan mereka dalam bahaya infeksi malware.

Di sini kita melihat konsumen menyadari atau mengetahui darimana asal serangan datang, tetapi mereka tetap melakukan juga aktivitas tersebut. Sisi ini yang harus disadarkan bagaimana menjalankan praktik keamanan yang baik agar terhindar menjadi korban. Pengetahuan adalah kekuatan dalam hal keamanan siber.

“Seiring kita terus menuju masa depan yang lebih digital, penting bagi konsumen untuk memahami jenis ancaman yang berpotensi mereka hadapi dan bagaimana mereka dapat menghindarinya. Tidak dapat dihindari bahwa kita perlu membagikan data kita secara online, tetapi melakukannya dengan aman adalah yang menjadi perbedaan besar,” kata Nick FitzGerald peneliti senior ESET. by