Wakil Wali Kota Respon Carut-Marut PPDB

Kamis, 20 Jun 2019 | 01.54 WIB

Wakil Wali Kota Respon Carut-Marut PPDB

Wali murid protes soal PPDB di Dinas Pendidikan Surabaya. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana merespon kondisi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Surabaya. Hal ini seiring titik aksi kekecewaan wali murid terhadap sistem PPDB zonasi yang diberlakukan di seluruh Indonesia. 


Menurut wawali, seharusnya pemberlakuan sistem baru pada PPDB ini harusnya dibarengi dengan kesiapan infrastruktur sekolah. “Situasi ini harusnya menjadi evaluasi bersama, khususnya dengan regulasi dari Permendikbud yang menggunakan sistem zonasi, padahal pembangunan infrastruktur sekolah belum sepenuhnya berdasarkan zonasi di seluruh kawasan,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini, Rabu (19/6/2019).


Dia juga menyampaikan, jika Pemkot Surabaya akan mengambil satu langkah yakni dengan cara menambah rombongan belajar (rombel) di sekolah-sekolah negeri. “Tapi untuk proses pendaftaran dan seleksinya, rombel ini akan memakai sistem nilai UN seperti sebelumnya, sehingga memungkinkan siswa-siswa yang nilainya tinggi bisa bersaing mendapatkan sekolah yang baik,” tandas.


Menurut politisi yang disebut-sebut memiliki potensi kuat menggantikan posisi Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya ini, sistem zonasi yang diterapkan saat ini akan menyulitkan proses pengajaran nantinya. Bahkan bisa memunculkan kesenjangan kualitas anak didik yang terlalu jauh.


“Saya berharap situasi ini bisa menjadi momentum kita bersama untuk saling introspeksi diri, jangan selalu merasa benar, karena yang menjadi korban adalah anak-anak bangsa kita sendiri,” ujar Whisnu Sakti. (windhi/by) .