Kinerja Pasca Pemilu Terdongkrak, Emas Jadi Fokus Kuartal II

Minggu, 02 Jun 2019 | 18.00 WIB

Kinerja Pasca Pemilu Terdongkrak, Emas Jadi Fokus Kuartal II

Kepala Cabang RFB Surabaya Leonardo (kanan) bersama Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya serta Senior Vice Branch Manager Surabaya Mia A Maleppe (Centroone)


Centroone.com - Kinerja PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Kantor Cabang Surabaya mengalami peningkatan pasca pemilu serentak 2019. Diungkapkan Kepala Cabang RFB Surabaya, Leonardo antusiasme masyarakat untuk ikut andil menjadi bagian dari bidang perdagangan berjangka semakin meningkat pasca pemilu serta menjelang libur lebaran kali ini. 

”Antusias masyarakat untuk ikut andil menjadi bagian dari bidang perdagangan berjangka ini, justru semakin meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini semakin menunjukkan bahwa libur panjang dan paska Pemilu lebih berdampak positif terhadao kinerja RFB Surabaya,” Tukas Leonardo.

Leonardo menjelaskan kinerja RFB Surabaya selama kuartal I tahun 2019 terus melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun 2018 dan 2017. Volume transaksi perdagangan berjangka pada Maret 2019 tercatat sekitar 160 ribu lot. 

Pada periode yang sama tahun 2018, lebih dari 80 ribu lot dan periode yang sama tahun 2017, tidak beda jauh dengan 2018. Untuk kegiatan di kuartal kedua, Leonardo menegaskan,  emas akan menjadi salah satu fokus karena emas masih menjadi produk yang paling dicari oleh investor.

”Jadi fokus kami di kuartal kedua ini adalah memasarkan produk Emas/Gold. Kenapa demikian karena Emas harganya stabil dan cenderung naik dari tahun ke tahun. Selain itu, tingkat likuiditasnya juga tinggi sehingga sangat mudah jika ingin menjual atau membeli emas kapan saja,”paparnya.

Untuk kedepan,  Leonardo menegaskan pihaknya akan terus mengenalkan Perdagangan Berjangka Komiditi ini ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga semakin banyak orang yang mengenal transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi. Dengan demikian, Indonesia tidak cuma menjadi penghasil produk fisik seperti kopi, sawit, tambang emas dan lain-lainnya, tetapi juga menjadi basis harga komoditi dunia.

Dengan banyaknya investor yang melakukan perdagangan kontrak berjangka komoditi dalam jumlah yang tinggi, kata Leonardo, akan menjadi sarana pembentukan harga. Sehingga masyarakat penghasil komoditi fisik petani kopi, sawit dan lain-lainnya tidak perlu khawatir dengan kondisi saat panen harga menjadi murah.

”Selain itu, perdagangan kontrak berjangka dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sarana melindungi usaha melalui pengalihan resiko fluktuasi harga komoditi/aset tertentu untuk menjamin kepastian dan kelangsungan usaha jangka panjang (lindung nilai),”pungkas Leonardo.   by