Meski Gratis, Suroboyo Bus Raup Penghasilan 150 Juta

Kamis, 13 Jun 2019 | 17.00 WIB

Meski Gratis, Suroboyo Bus Raup Penghasilan 150 Juta

botol plastik sebagai tiket Suroboyo Bus (WIndhi/Centroone)


Centroone.com - Upaya Pemkot Surabaya yang ‘menggratiskan’ Suroboyo Bus, membuahkan hasil. Suroboyo Bus hanya ‘dibayar’ dengan botol plastik bekas, selama beroperasi sejak 2018 hingga Januari 2019, justru mampu menghasilkan uang senilai Rp150 juta. 

Jumlah itu didapat dari hasil pengumpulan sampah botol plastik sejak awal beroperasi Suroboyo Bus pada 2018 hingga Januari 2019. Botol plastik bekas yang sudah terkumpul mencapai 39 ton dan telah dilelang melalui Dirjen Kekayaan Negara (DJKN). Hasil penjualan tersebut kemudian masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya.

Disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi, sampah botol plastik tersebut sudah dilakukan pelelangan. Namun, pelelangan ini bukan ditangani Pemkot Surabaya, melainkan diserahkan kepada DJKN. Lelang tersebut dimenangkan oleh perusahaan pengelola sampah plastik menjadi biji plastik yakni PT Langgeng Jaya Plastindo.

“Karena botol plastik yang terkumpul itu sudah ditetapkan sebagai kekayaan daerah, sehingga secara otomatis botol sampah 39 ton tersebut dilelang oleh DJKN. Sistem lelang yang digunakan ini mencari pemenang dengan penawaran tertinggi, waktu itu dibuka dari harga Rp80 juta.” kata Eri.

Eri menjelaskan ini adalah lelang pertama kali dari hasil pendapatan Suroboyo Bus. Alasannya, karena sebelumnya memang belum ditetapkan siapa yang berwenang untuk menangani ini. “Jadi kita simpan dulu di rumah-rumah kompos dan baru dilelang beberapa waktu lalu setelah semuanya clear,” ujarnya.

Dia menilai, jumlah bus sebanyak 20 unit itu terus mengalami perkembangan minat warga untuk menggunakan alat transportasi ini. Terhitung sejak awal bus tersebut beroperasi sampai pada 2019, jumlah pemasukan botol sampah plastik terus meningkat. Artinya, semakin banyak minat warga yang menggunakan bus tersebut. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya terus mengupayakan pembayaran Suroboyo Bus menggunakan sampah botol plastik. Cara ini dinilai efektif untuk menangani dampak dari sampah plastik itu sendiri.

“Mudah-mudahan masih terus berlaku. Karena botol yang dilakukan untuk tiket bus tersebut digunakan sebagai percontohan sampai international,” pungkasnya. (windhi/by)