Teknologi Program Bayi Tabung Indonesia Makin Mumpuni

Rabu, 08 Mei 2019 | 01.00 WIB

Teknologi Program Bayi Tabung Indonesia Makin Mumpuni

Tiga pakar bayi tabung di Surabaya Dr.Ali Mahmud, Dr.Benny dan Dr.Amang Surya. (Centroone)


Centroone.com - Program In-Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung jadi pilihan bagi para pasangan yang telah lama menikah dan belum mendapatkan anak.   Kebanyakan pasangan, melirik program  bayi tabung di luar negeri. Padahal di Indonesia sendiri dan Surabaya, program bayi tabung sudah mumpuni. 

"Bayi tabung merupakan teknologi reproduksi berbantu yang sudah sangat banyak dilakukan di dunia dan saat ini di Indonesia telah dengan lebih mudah diakses oleh masyarakat dengan kualitas yg setara di negara maju. Bayi tabung di Indonesia sudah dimulai sejak sekitar 20 tahun lalu dan hingga sekarang Morula IVF Indonesia sudah membantu melahirkan lebih dari 3000 bayi dari proses bayi tabung"  ujar Dr Benediktus Arifin, MPH, SpOG, FICS - dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Total Life Clinic serta Klinik Morula IVF Surabaya National Hospital. 

Dokter yang akrab disapa Dr Benny ini menambahkan di Morula Surabaya misalnya terdapat program Intracytoplasmic morphologically selected sperm injection (IMSI) - yang mana program ini belum ada di klinik yang ada di Malaysia.

"IMSI adalah dimana bisa lakukan pemilihan sperma dengan lebih teliti sampai pembesaran 6000 kali. Bahkan sudah ada juga teknologi Time-Lapse yang mungkinkan kita dapat memantau perkembangan Embryo detik demi detik dan memungkinkan memilih kualitas Embryo dengan lebih teliti. Teknologi Pre-Implantation Genetic Screening (PGS) pun telah dapat dilakukan di Indonesia dimana kita bisa melakukan pemeriksaan genetik terhadap Embryo sebelum di tanam" kata dokter yang juga ahli bayi tabung termuda (level kompetensi expert) di Surabaya itu. 
‚Äč

Dukungan teknologi, fasilitas, dan SDM Morula IVF Surabaya di bidang riset bayi tabung telah membantu kelahiran lebih dari 3000 bayi. Morula Surabaya juga secara reguler melakukan Clinical & Performance  Meeting serta Scientific Reading. Dr Benny berharap kedepan masyarakat bisa lebih terbuka terkait kasus ketidaksuburan dan bisa lebih cepat ditangani. 

"Program penelitian dan penyebaran informasi menjadi salah satu fokus penting sehingga masyarakat menjadi lebih terbuka bahwa kasus ketidaksuburan merupakan masalah dan memiliki banyak opsi untuk mengatasinya. 1 dari 10 pasangan menghadapi masalah ini sehingga pendekatan secara holistic dan komprehensif diperlukan untuk membantu menyelesaikan" tutup Dr Benny. by



...
0




There are 0 comments in this current article