Surabaya Jadi Pembuka Rangkaian Bosch IoT Hackathon 2019

Minggu, 05 Mei 2019 | 12.00 WIB

Surabaya Jadi Pembuka Rangkaian Bosch IoT Hackathon 2019

Toto Suharto, Managing Director of PT Robert Bosch Automotive (kanan) menjelaskan cara kerja Bosch XDK – sebuah platform pengembangan Internet of Things (IoT) dari Bosch, kepada para peserta sesi pelatihan Bosch Class, di Surabaya, (Bosch)



Centroone.com - Bosch sebagai penyedia layanan dan teknologi global terkemuka serta pemimpin di bidang IoT, menggagas kompetisi pengembangan solusi IoT bertajuk: Bosch IoT Hackathon 2019.  Akan digelar pada Oktober 2019 mendatang, ajang ini bertujuan menumbuhkan kreativitas dan semangat inovasi di kalangan digital natives di Indonesia – yakni para maker, data scientist, hacker, IoT enthusiast dan developer. 

Dengan lebih dari 140 juta pengguna internet, Indonesia bertransformasi menjadi ekosistem bisnis Internet of Things (IoT) dengan nilai sekitar Rp 444 triliun pada 2022 mendatang.

Kompetisi berformat hackathon menantang sejumlah peserta untuk secara berkelompok saling berpacu menyusun dan mengembangkan ide sampai ke model bisnisnya, kemudian mempresentasikannya di hadapan tim juri – hanya dalam waktu 60 jam. 

“Bosch IoT Hackathon 2019  akan menyatukan para digital natives untuk beradu ide di ranah IoT guna memecahkan problematika di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan manufaktur pintar, mobilitas pintar, kota pintar, agrikultur pintar serta solusi IoT untuk peningkatan kualitas lingkungan,” ujar Toto Suharto, Managing Director of PT Robert Bosch Automotive. 

Secara global, Bosch telah menjalankan hackathon sejak 2014 dan telah menjadi ajang tahunan yang prestisius. Untuk menyosialisasikan kompetisi tersebut, Bosch menggelar rangkaian pelatihan (Bosch Class) dan temu wicara (Bosch Talk) di Surabaya, Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, yang turut melibatkan pemerintah, akademisi dan pelaku industri.

Di setiap kota, Bosch telah mengkustomisasi tema Bosch Talk sesuai keunggulan dan ciri masing-masing area: smart manufacturing di Surabaya, smart mobility di Jakarta, smart cities di Bandung, smart agriculture/aquaculture di Yogyakarta. 

“Tema manufaktur pintar atau smart manufacturing tepat merepresentasikan Surabaya, mengingat kota ini dan wilayah di sekitarnya menjadi salah satu sentra manufaktur penting di Indonesia,” lanjut Toto.   by