Sambut Pesta Budaya-Seni Global Dalam SIFA 2019

Minggu, 26 Mei 2019 | 20.00 WIB

Sambut Pesta Budaya-Seni Global Dalam SIFA 2019

SIFA 2019 (ist)


Centroone.com - Singapore International Festival of Arts (SIFA 2019) kembali digelar untuk yang ke 42 kali. Digelar mulai 16 Mei hingga 2 Juni, SIFA 2019 menampilkan serangkaian seniman terkemuka dari seluruh dunia termasuk Indonesia dan yang terbaik dari Singapura.

Diselenggarakan oleh National Arts Council dan Arts House Limited,  SIFA 2019 akan menghadirkan tokoh-tokoh dunia seni pertunjukan ke Singapura, di antaranya Ryuichi Sakamoto, Simon McBurney, Sasha Waltz, Bill Frisell, dan Tadashi Suzuki, sutradara visioner yang akan membawa adaptasi lintas-budaya yang hebat dari drama Yunani Dionysus dengan campuran cita rasa Jepang dan Indonesia.  SIFA kini meluncurkan seluruh program untuk 2019 yang melampaui disiplin musik tradisional, teater dan tari dengan menggabungkan teknologi dan karya multi-disiplin.

Dengan berbagai pertunjukan yang diselenggarakan untuk SIFA 2019, audiens diajak bereksplorasi melampaui zona nyaman interpretasi mereka atas seni. “Rangkaian acara SIFA mencakup kreativitas dan inovasi Singapura, memosisikan festival ini tidak hanya sebagai acara seni puncak di panggung lokal, tetapi sebagai festival seni terkemuka di tingkat global.” ujar Sarah Martin, CEO Arts House Limited. 

SIFA juga akan mempersembahkan empat seniman terbaik Singapura, termasuk Huzir Sulaiman, Claire Wong, Ho Tzu Nyen dan Goh Boon Teck. SIFA 2019 akan menjadi SIFA kedua bagi Goh Boon Teck, yang menyutradarai A Dream Under the Southern Bough kedua, dari tiga bagian komisi SIFA.

“SIFA adalah platform penting yang berupaya menampilkan yang terbaik dari seni pertunjukan Singapura. Dalam SG Arts Plan yang diluncurkan Oktober lalu, festival ini diakui sebagai titik fokus untuk seni pertunjukan dalam kalender budaya Singapura yang dinamis, tempat seniman lokal kami menyajikan konten khusus yang akan beresonansi dengan audiens. Kami yakin bahwa pengunjung festival dan seniman bisa menerima SIFA 2019, menciptakan hubungan bermakna di antara komunitas seni pertunjukan dan industri, dan menginspirasi generasi baru pecinta dan pendukung seni.” tutur Low Eng Teong, Asisten CEO (Sector Development), National Arts Council. 

SIFA 2019 bertujuan untuk menciptakan ruang bagi seniman lokal agar terpapar dengan karya dan proses seniman dunia yang sudah mapan di bidangnya, membina dialog dan memicu kolaborasi antara seniman. Untuk memfasilitasi ini, Arts House sekali lagi akan berubah menjadi Festival House yang berperan sebagai pusat festival, dengan diskusi, lokakarya, dan ruang untuk pertemuan artistik dan pertukaran dalam komunitas seni. Di dalam Festival House juga akan tersedia, House Pour, sebuah bar pop-up, juga akan berperan sebagai titik temu bagi para seniman dan penonton untuk berinteraksi satu sama lain dan mendiskusikan karya-karya para seniman. by