Tak Satupun Kendaraan Dinas Digunakan Untuk Cuti Lebaran

Minggu, 26 Mei 2019 | 01.00 WIB

Tak Satupun Kendaraan Dinas Digunakan Untuk Cuti Lebaran

Kendaraan dinas Pemkot Surabaya yang dikandangkan tahun lalu. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Seluruh kendaraan dinas milik Pemkot Surabaya, jelang libur nasional dan cuti bersama lebaran harus dikandangkan. Tidak satupun kendaraan itu yang boleh digunakan untuk kepentingan pribadi pada saat liburan tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya M Fikser. Menurut Fikser, pemkot telah mengeluarkan surat edarannya kepada setiap instansi di jajaran Pemkot Surabaya. Surat bernomor 024/5002/436.3.2/2019 itu ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan.

“Dalam surat itu tertuang bahwa setiap pengguna kendaraan dinas dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan pribadi selama hari libur nasional, 1–9 Juni 2019. Makanya, kendaraan dinas R-4 itu harus dikumpulkan pada Jumat, 31 Mei 2019 mulai pukul 14.00-17.00,” kata Fikser.

Ada ratusan kendaraan dinas yang diharapkan dikumpulkan di beberapa titik parkir yang sudah disediakan. Diantaranya di halaman belakang gedung Balai Kota Surabaya Jl Taman Surya, halaman gedung kantor Pemkot Surabaya Jl Jimerto, halaman kantor Inspektorat Jl Sedap Malam dan halaman kantor Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Jl Pacar.

“Parkir di Gedung Siola Jl Tunjungan juga bisa digunakan untuk parkir mobil dinas, kami harapkan muat semuanya,” kata dia.

Dia juga menjelaskan, karena beberapa lokasi itu akan menjadi tempat parkir mobil dinas, maka nantinya pada 31 Mei 2019, semua kendaraan pribadi dilarang masuk dan parkir di lokasi-lokasi yang menjadi tempat parkir mobil dinas itu. “Kendaraan mobil dinas ini baru bisa diambil kembali pada Minggu, 9 Juni 2019 pukul 09.00-14.00,” tegasnya.

Namun, Fikser memastikan bahwa khusus untuk kendaraan dinas operasional, pada saat hari libur nasional dan cuti bersama tetap digunakan untuk pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, dia memastikan bahwa beberapa pelayanan di Pemkot Surabaya tetap dilayani, karena beberapa petugas tidak libur.

“Jadi, khusus ambulance, mobil patroli, bus dan kendaraan operasional dinas yang merupakan kendaraan untuk pelayanan masyarakat tetap digunakan atau tidak perlu dikandangkan, karena kami tetap melayani masyarakat jika ada masalah,” imbuhnya.

Fikser menambahkan, kebijakan untuk mengandangkan mobil dinas ini sudah rutin dilakukan Pemkot Surabaya menjelang libur panjang dan cuti bersama. “Bu Wali tegas melarang ini, tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi pada saat libur panjang,” pungkasnya. (windhi/by)