Pengguna WhatsApp Diminta Waspadai Spyware Pegasus

Kamis, 23 Mei 2019 | 18.00 WIB

Pengguna WhatsApp Diminta Waspadai Spyware Pegasus

logo WhatsApp (Whatsapp)


Centroone.com - Dengan lebih dari 1,5 miliar pengguna aktif harian, WhatsApp adalah salah satu layanan pesan instan terpopuler di dunia. 

Beberapa waktu lalu WhatsApp menyarankan pengguna untuk memperbarui aplikasi sesegera mungkin setelah berhasil melacak software mata-mata yang dipasang oleh pihak  Israel untuk memata-matai aktivis hak asasi manusia dan jurnalis.

Dikenal sebagai layanan pesan instan yang terenkripsi, software tersebut terpasang berkat celah pada WhatsApp yang bisa digunakan perangkat lunak jahat Pegasus. 

Financial Times melaporkan - Pegasus dikembangkan oleh NSO Group dan memungkinkan perangkat pengguna diintip. Pegasus dapat dipasang tanpa pengguna mengangkat panggilan suara di dalam WhatsApp. Log panggilan ini juga tidak dapat dilihat pada perangkat penerima. Kerentanan panggilan suara WhatsApp ini melibatkan baik platform Android dan iOS.

Pegasus memungkinkan kamera dan mikrofon perangkat diaktifkan untuk memungkinkan hacker mengintip. Selain itu peretas juga bisa membaca email, pesan serta data lokasi perangkat pengguna. Keberadaan celah keamanan yang serius ini disadari oleh WhatsApp pada awal bulan ini dan langsung menambal celah ini beberapa waktu lalu serta memberikan tambahan keamanan aplikasi. 

"WhatsApp mendorong pengguna untuk meningkatkan versi terbaru dan memperbarui sistem operasi ponsel untuk melindungi terhadap segala upaya untuk menyusup ke dalam gadget," kata WhatsApp dalam sebuah pernyataan. 

Pegasus sendiri awalnya dipasarkan sebagai alat untuk mengintip kegiatan teroris.  by