Kepolisian Sweeping Kendaraan Diduga Akan Ikuti Aksi 22 Mei

Selasa, 21 Mei 2019 | 00.30 WIB

Kepolisian Sweeping Kendaraan Diduga Akan Ikuti Aksi 22 Mei

Aksi sweeping di Jembatan Suramadu. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Aksi sweeping Polda Jatim bersama Polres Tanjung Perak dan TNI mencegah aksi warga yang ingin berangkat ke Jakarta untuk People Power, digelar di Jembatan Suramadu. Dalam aksi itu, petugas kepolisian berhasil menemukan empat botol minuman energy yang bersumbu. Diduga itu adalah bom bolotov yang dikaitkan untuk digunakan di aksi massa di Jakarta.

Sementara sopir kendaraan Elf yang disewa para santri, mengaku tak tahu menahu dengan bawaan barang penumpangnya. Menurut dia, dirinya hanya menjemput para santri di salah satu pondok pesantren Pamekasan dengan tujuan bandara Juanda Surabaya. 

“Saya tak tahu isi barang bawaan para santri. Saya hanya menjemput mereka dengan tujuan Juanda. Mereka hanya akan menjemput kiainya yang pulang dari umroh,” ujar sopir tersebut di Mapolda Jatim, Senin (20/5/2019).

Sementara salah satu santri menegaskan, tujuan mereka hanya menjemput kiai di pondok pesantrennya yang pulang dari umroh. Disinggung mengenai barang bawaan itu, santri tersebut mengatakan jika itu hanya fitnah. “Fitnah itu… fitnah. Kami hanya ke Juanda untuk menjemput kiai kami yang baru pulang dari umroh,” tegas santri tersebut.

Dalam aksi sweeping itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menegaskan, pihaknya hanya berusaha mencegah gerakan massa yang akan menuju Jakarta. 

“Kami sudah melakukan sweeping di beberapa tempat. Di Tulungagung kami telah menggagalkan keberangkatan dua bus, di Surabaya ada 20 bus, Kabupaten Malang dua bus, Kota Malang satu bus dan Banyuwangi dengan penumpang dari NTT ada satu bus. Di Banyuwangi diamankan di Polres Banyuwangi. Terbaru dari Madura ada 54 kendaraan, jadi totalnya ada 1.154 orang yang kami gagalkan atau batalkan untuk tidak menuju Jakarta,” tegas Luki Hermawan.

Masih menurut Kapolda Jatim, kegiatan tersebut akan terus dilakukan. 

“Kami mendapat dukungan atau support dari para ulama dan kiai. Alhamdulillah dari rombongan yang kami gagalkan, setelah kami beri arahan, mereka memilih kembali ke tempat asalnya. Kami berusaha tetap persuasive. Kami punya data pimpinan rombongan dan itu akan kami tindaklanjuti. Situasi saat ini memang tidak memungkinkan, makanya kami minta mereka kembali (pulang, red). Nanti akan kami tindak lanjuti untuk diperiksa,” tambah dia.


Menurut Kapolda Jatim, pihaknya sudah menyampaikan atau mengimbau ke masyarakat Jatim untuk tidak berangkat ke Jakarta terkait aksi People Power tanggal 22 Mei 2019. 

“Kami sampaikan, kami sudah menyediakan tempat yang sesuai prosedur agar tidak harus ke Jakarta. Masyarakat Jatim itu tanggung jawab saya, saya yang bertanggungjawab atas keselamatan mereka karena mereka tak tahu kondisi di sana (Jakarta, red),” ungkap Luki Hermawan. 


Sampai malam ini, petugas kepolisian dibantu TNI masih bersiaga di Jembatan Suramadu. Aksi sweeping terhadap kendaraan yang diduga melintas dari Surabaya untuk menuju Jakarta terus dihalau petugas. (windhi/by)