7 Cara Red Hat OpenShift 4 Dukung Pengembangan Aplikasi

Senin, 20 Mei 2019 | 20.00 WIB

7 Cara Red Hat OpenShift 4 Dukung Pengembangan Aplikasi

Red Hat OpenShift 4 (RedHat)


Centroone.com - Red Hat OpenShift 4, generasi terbaru dari platform Kubernetes enterprise yang terpercaya, yang direkayasa ulang untuk mengatasi realitas kompleks dari orkestrasi container dalam sistem produksi baru saja diperkenalkan Red Hat. 

Pengembangan aplikasi sangat penting bagi banyak perusahaan TI mengingat perannya dalam mempercepat transformasi digital. OpenShift 4 mendukung kebutuhan pengembangan aplikasi yang berkembang sebagai platform yang konsisten untuk mengoptimalkan produktivitas pengembang melalui:

1. Layanan mandiri, otomasi, dan aplikasi untuk membantu pengembang dalam memperluas aplikasi mereka dengan penyediaan layanan aplikasi sesuai permintaan dan menyediakan otomatisasi pengembangan dan penggunaan untuk aplikasi containerized yang didukung oleh Operators.

2. Red Hat CodeReady Workspaces memungkinkan pengembang untuk memanfaatkan kekuatan container dan Kubernetes sambil bekerja dengan tool integrated development environment (IDE) familiar yang mereka gunakan sehari-hari. CodeReady Workspaces lebih konsisten, kolaboratif, dan terlindungi dibandingkan dengan menjalankan container atau virtual machine (VM) di laptop. CodeReady Workspaces mencakup tool-tool dan dependensi yang diperlukan untuk membuat kode, membuat, menguji, menjalankan, dan melakukan debug aplikasi containerized pada IDE yang berbasis web.

3. OpenShift Service Mesh, yang menggabungkan proyek-proyek Istio, Jaeger, dan Kiali sebagai kemampuan tunggal yang menyandikan logika komunikasi untuk arsitektur aplikasi berbasis microservice sehingga membebaskan tim pengembang untuk fokus pada logika yang bermanfaat bagi bisnis.

4. Knative untuk membuat aplikasi tanpa server di Developer Preview, yang menjadikan Kubernetes sebagai platform yang ideal untuk membangun, menyebarkan, dan mengelola beban kerja tanpa server atau function-as-a-service (FaaS). Fitur-fitur Knative termasuk scale-to-zero, autoscaling, pengembangan in-cluster, dan kerangka kerja eventing untuk mengembangkan aplikasi cloud-native di Kubernetes. Hal ini memungkinkan pengembang untuk berfokus pada penulisan kode dengan menyembunyikan bagian kompleks dari pengembangan, penyebaran, dan pengelolaan aplikasi mereka.

5. KEDA (autoscaling berbasis event dan Kubernetes), sebuah kolaborasi antara Microsoft dan Red Hat yang mendukung penyebaran container berbasis event tanpa server di Kubernetes, yang memungkinkan Azure Functions di OpenShift, dalam Developer Preview. Hal ini memungkinkan pengembangan fungsi tanpa server berbasis event yang dipercepat di seluruh cloud hybrid dan on-premise dengan Red Hat OpenShift.

6. Lingkungan aplikasi yang didukung operator di OpenShift dengan Red Hat Middleware, yang menghadirkan kekuatan OpenShift Certified Operators untuk integrasi penting dan teknologi otomasi proses. Hal ini memungkinkan perusahaan TI untuk menyatukan lingkungan pengembangan mereka di sekitar kemampuan Operato sehingga memungkinkan pengembang untuk berfokus murni pada memberikan layanan dan aplikasi generasi berikutnya tanpa harus mengkhawatirkan pembaruan atau pemeliharaan tool.

7. Red Hat OpenShift Container Storage 4 yang didukung operator, yang saat ini sedang dalam pengembangan. Teknologi ini menawarkan penyimpanan persisten yang sangat skalabel untuk aplikasi cloud-native yang memerlukan fitur seperti enkripsi, replikasi, dan ketersediaan di cloud hybrid. Tim aplikasi dapat secara dinamis menyediakan volume persisten untuk berbagai kategori beban kerja termasuk database SQL/NoSQL, pipeline CI/CD, serta AI/ML. by