Beri Motivasi Hingga Bantu Keluarga Anggota KPPS

Minggu, 19 Mei 2019 | 01.00 WIB

Beri Motivasi Hingga Bantu Keluarga Anggota KPPS

Wali Kota Risma menemui para keluarga anggota KPPS yang telah meninggal dunia.(windhi/centroone)


Centroone.com - Kedatangan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ke keluarga almarhum anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tak sekadar memberi motivasi saja. Terkadang, kedatangan orang nomor satu di Surabaya ini juga memberi solusi, seperti menangani masalah pendidikan, pekerjaan dan perekonomian keluarga yang ditinggalkan.


Sampai saat ini, tercatat sudah 11 kali wali kota mendatangi keluarga anggota KPPS yang kurang beruntung tersebut. Hari ini, Sabtu (18/5/2019), wali kota dua kali melakukan takziah ke rumah duka keluarga anggota KPPS yang meninggal usai menjalankan tugas pada April 2019. 

Hari ini, wali kota mendatangi rumah keluarga almarhum Sukardji (60) di Jl Lasem 2 Gang Buntu, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan dan rumah almarhum Muhammad Syaiful Arief (69) di Jl Demak Timur Gang 3 nomor 5A, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan.

Sukardji adalah anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 36 Dupak Krembangan yang mengalami sakit setelah tertimpa meja di TPS tempat dia bertugas.

Dalam kesehariannya, almarhum Sukardji merupakan seorang pensiunan PNS yang sempat dinas di Kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Dia tinggal bersama tiga orang anaknya, yakni Endah Pratiwi (29), Anjar Indah (27), Rahmad Dhani (22), bersama satu menantu, satu cucu, dan seorang istri bernama Endang Sumarni (51). Wali kota menyampaikan belasungkawa mendalam atas apa yang menimpa almarhum Sukardji.

Istri almarhum, Endang Sumarni, menceritakan kronologi sebelum suaminya meninggal. Dalam waktu satu hari, almarhum berpindah di tiga rumah sakit. Setelah menggeluh sakit usai kejatuhan meja di TPS, Jumat (26/4/2019). Kemudian almarhum Sukardji dibawa ke RS PHC dan dirujuk ke RS Airlangga hingga meninggal dunia.


Wali kota yang mengetahui kondisi keluarga itu kekurangan setelah ditinggal Sukardi, siap membantu anak ketiga almarhum untuk ikut program Pejuang Muda. Selama ini, karena minim biaya, Rahmad Dhani, harus berjualan.

 “Ayo kalau kamu mau usahamu makin lancar, nanti ikut di Pejuang Muda pelatihan-pelatihan untuk jadi pengusaha yang sukses. Nanti juga saya undang untuk datang ke Gedung Siola lantai 4, nanti ada pengarahan dari saya di situ nanti juga kumpul dengan banyak peserta,” ujar Wali Kota Risma kepada Rahmad.


Sementara di rumah keluarga almarhum Muhammad Syaiful Arief yang tercatat sebagai Ketua TPS 40 Gundih di Demak Timur 3 nomor 11, wali kota bertemu tiga orang anak, satu pria dan dua wanita, serta seorang istri yang bernama Hartutik (60). Saat itu, wali kota mencari tahu kondisi keluarga wiraswasta mebel tersebut. 

“Treatment atau cara penyelesaian masalah yang dilakukan juga berbeda-beda. Penyelesaiannya tidak bisa sama karena masalahnya beda-beda, namun yang paling penting adalah sustainablity. Karena itu kita bantu coba selesaikan masalahnya, supaya bebannya terkurangi. Bagaimana pun beliau-beliau ini sudah membantu dan telah berjasa,” pungkas Wali Kota Risma. (windhi/by).